Prasetya, Zulfikar Candra and Kushandajani, Kushandajani (2026) FORMALISASI DAN DEFISIT PARTISIPASI DALAM MUSRENBANG DESA DITINJAU DARI TEORI DELIBERATIF HABERMAS DI DESA SUKOREJO KABUPATEN KENDAL. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Zulfikar Candra Prasetya_14010122120008_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (613kB) |
|
|
Text
Zulfikar Candra Prasetya_14010122120008_BAB I.pdf - Submitted Version Download (163kB) |
|
|
Text
Zulfikar Candra Prasetya_14010122120008_BAB II.pdf - Submitted Version Download (78kB) |
|
|
Text
Zulfikar Candra Prasetya_14010122120008_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (163kB) |
|
|
Text
Zulfikar Candra Prasetya_14010122120008_BAB IV.pdf - Submitted Version Download (14kB) |
|
|
Text
Zulfikar Candra Prasetya_14010122120008_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (71kB) |
|
|
Text
Zulfikar Candra Prasetya_14010122120008_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) merupakan forum
partisipatif yang bertujuan menampung aspirasi masyarakat dalam perencanaan
pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Musrenbang
Desa Sukorejo Kabupaten Kendal ditinjau dari perspektif demokrasi deliberatif Jürgen
Habermas, khususnya terkait komunikasi intersubjektif dan partisipasi publik.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan
dipilih melalui teknik purposive sampling yang terdiri atas unsur pemerintah desa,
BPD, ketua RT, dan masyarakat yang pernah mengikuti Musrenbang. Data diperoleh
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intersubjektif dalam Musrenbang
Desa Sukorejo telah terwujud melalui tersedianya ruang dialog antara pemerintah desa
dan masyarakat. Namun, proses deliberasi belum berjalan secara optimal karena masih
terdapat dominasi aktor tertentu, keterbatasan waktu diskusi, serta keputusan
pembangunan yang lebih banyak ditentukan oleh pemerintah desa. Selain itu,
partisipasi masyarakat cenderung bersifat formal-prosedural dan belum sepenuhnya
substantif. Keterlibatan masyarakat dalam forum masih rendah, sementara kelompok
laki-laki lebih dominan dibanding perempuan dalam proses diskusi. Meskipun
demikian, perempuan tetap memiliki kontribusi penting dalam pembangunan sosial
desa melalui PKK, Posyandu, dan keterwakilan dalam BPD.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan Musrenbang Desa Sukorejo secara
formal telah memenuhi prinsip partisipatif, namun secara substantif masih mengalami
formalisasi deliberasi dan defisit partisipasi sehingga belum sepenuhnya
mencerminkan demokrasi deliberatif sebagaimana dikonsepsikan oleh Jürgen
Habermas.
Kata Kunci: Musrenbang Desa, Demokrasi Deliberatif, Komunikasi Intersubjektif,
Partisipasi Publik.
No. 150 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 06:50 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 06:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54997 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
