ALLEN, KEZIA TIRZA and Alfian, Muhammad Faizal (2026) DILEMA LOKALISASI NORMA PENGHAPUSAN PEKERJA ANAK INTERNASIONAL DALAM KEBIJAKAN KETENAGAKERJAAN ANAK DI INDIA. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Kezia Tirza A_14050122140084_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (744kB) |
|
|
Text
Kezia Tirza A_14050122140084_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (344kB) |
|
|
Text
Kezia Tirza A_14050122140084_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (360kB) |
|
|
Text
Kezia Tirza A_14050122140084_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (327kB) |
|
|
Text
Kezia Tirza A_14050122140084_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (136kB) |
|
|
Text
Kezia Tirza A_14050122140084_DAFPUS.pdf - Submitted Version Download (221kB) |
Abstract
Upaya pemberantasan pekerja anak di India masih menghadapi hambatan dan celah eksploitasi,
meskipun pemerintah telah meratifikasi Konvensi ILO No. 138 dan No. 182 pada tahun 2017 sebagai
respons terhadap tekanan legitimasi global. Masalah ini menimbulkan pertanyaan penting tentang
sejauh mana komitmen dalam negeri berlaku ketika berhadapan dengan norma internasional. Karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemerintah India merespons dan
melokalisasi standar global tersebut ke dalam kebijakan domestiknya, yakni Amandemen Child
Labour Protection Act 2016. Untuk membedah anomali tersebut, penelitian eksplanatif ini
menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, dengan berpijak pada paradigma
Konstruktivisme dan kerangka teori Lokalisasi Norma (Norm Localization) dari Amitav Acharya.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegagalan pemberantasan pekerja anak di India bukanlah
semata-mata kelemahan administratif, melainkan hasil dari strategi kompromi deliberatif negara.
Norma-norma ILO berbenturan dengan cognitive prior domestik yang kuat seperti nilai seva, dharma,
dan struktur kasta yang menormalisasi keterlibatan anak dalam ekonomi keluarga sebagai kewajiban
etis, alih-alih eksploitasi. Guna meredam resistensi sosio-budaya tanpa mengorbankan reputasi
internasionalnya, pemerintah India menerapkan mekanisme pemangkasan (pruning), pembingkaian
(framing), dan pencangkokan (grafting) dalam Amandemen 2016. Melalui strategi ini, negara secara
legal mengecualikan perlindungan bagi anak-anak yang bekerja dalam lingkup "usaha keluarga".
Kesimpulannya, manuver lokalisasi norma tersebut memungkinkan India tampil patuh secara formal
(de jure) di kancah global, namun secara empiris (de facto) tetap melegitimasi eksploitasi pekerja anak
di tingkat domestik.
Kata Kunci: pekerja anak, lokalisasi norma, konstruktivisme, cognitive prior Amandemen 2016,
India, ILO.
94 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 01:59 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 01:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54985 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
