NAVYANI, THESSA INDY PUTRI and Anggraheni, Palupi (2026) UPAYA ADVOKASI FEMINIS TRANSNASIONAL JASS SOUTHEAST ASIA DALAM MENYUARAKAN ISU PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN: STUDI KASUS MARY JANE VELOSO. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Thessa Indy_14050122140147_Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (574kB) |
|
|
Text
Thessa Indy_14050122140147_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Thessa Indy_14050122140147_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (325kB) |
|
|
Text
Thessa Indy_14050122140147_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
|
|
Text
Thessa Indy_14050122140147_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (103kB) |
|
|
Text
Thessa Indy_14050122140147_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (395kB) |
|
|
Text
Thessa Indy_14050122140147_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas upaya advokasi feminis transnasional JASS
Southeast Asia dalam menyuarakan kasus Mary Jane Veloso, seorang pekerja
migran perempuan asal Filipina yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia atas
dakwaan penyelundupan narkotika. Advokasi tersebut dipicu oleh proses hukum
yang tidak adil dan pengabaian terhadap status Mary sebagai korban perdagangan
manusia. Untuk menganalisis advokasi yang dilakukan JASS Southeast Asia,
penulis menggunakan kerangka Jaringan Advokasi Transnasional (TAN) dan
interseksionalitas sebagai cara pandang feminis yang melihat urgensi advokasi.
Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode triangulasi, serta diolah
dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
JASS Southeast Asia berperan sebagai NGO internasional yang berkontribusi
melalui empat taktik pola bumerang TAN, yakni politik informasi, politik
simbolik, pengaruh politik, dan akuntabilitas politik. Pandangan interseksionalitas
ditemukan sebagai landasan yang menjelaskan mengapa kasus Mary dianggap
mendesak, yakni adanya kerentanan berlapis yang tidak dapat dijelaskan oleh satu
faktor saja. Penelitian menyimpulkan bahwa keempat taktik tersebut, yang disertai
pembacaan interseksional, berkontribusi terhadap penundaan eksekusi (2015) dan
repatriasi ke Filipina (2024). Namun demikian, capaian akhir tidak menghasilkan
kebebasan penuh bagi Mary karena rendahnya political willingness dari negara.
Kata kunci: advokasi feminis transnasional, JASS Southeast Asia, Mary Jane
Veloso, Jaringan Advokasi Transnasional, interseksionalitas, pekerja migran
perempuan
92 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 01:44 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 01:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54980 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
