Dewantoro, Gregorius Widhiduta Putra and Wahyudi, Fendy Eko (2026) EVALUASI KOMPARATIF EFEKTIVITAS KEBIJAKAN TKDN TERHADAP TATA KELOLA RANTAI NILAI GLOBAL: STUDI KASUS EKSPANSI SGMW DAN BYD DI INDONESIA. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
GREGORIUS WIDHIDUTA PUTRA DEWANTORO_SKRIPSI_COVER_1-11.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (704kB) |
|
|
Text
GREGORIUS WIDHIDUTA PUTRA DEWANTORO_SKRIPSI_BAB 1_12-37.pdf - Submitted Version Download (336kB) |
|
|
Text
GREGORIUS WIDHIDUTA PUTRA DEWANTORO_SKRIPSI_BAB 2_38-60.pdf - Submitted Version Download (305kB) |
|
|
Text
GREGORIUS WIDHIDUTA PUTRA DEWANTORO_SKRIPSI_BAB 3_61-80.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
|
|
Text
GREGORIUS WIDHIDUTA PUTRA DEWANTORO_SKRIPSI_BAB 4_81-83.pdf - Submitted Version Download (235kB) |
|
|
Text
GREGORIUS WIDHIDUTA PUTRA DEWANTORO_SKRIPSI_DAFTAR PUSTAKA_84-89.pdf - Submitted Version Download (252kB) |
Abstract
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) sebagai instrumen Kebijakan Dagang Strategis dalam merespons ekspansi
industri kendaraan listrik asal Tiongkok di Indonesia. Menggunakan studi kasus
pada pabrikan SGMW (Wuling) dan BYD, studi ini membedah bagaimana
kebijakan tersebut berupaya merekayasa Tata Kelola Rantai Nilai Global (GVC)
untuk mendorong eskalasi nilai tambah industri domestik berdasarkan kerangka
Kurva Senyum. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis
penelusuran data sekunder, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi
TKDN secara administratif berhasil memicu relokasi investasi fisik melalui
Investasi Pelampau Tarif (Tariff-Jumping FDI), instrumen proteksi ini mengalami
disorientasi strategis. Keberhasilan pabrikan Tiongkok memenuhi ambang batas
TKDN sejatinya hanyalah relokasi geografis dari jejaring rantai pasok asing, bukan
sebuah transformasi struktural yang memberdayakan industri nasional. Ketiadaan
mandat hukum untuk alih teknologi inti memungkinkan aktor multinasional
mempertahankan rantai pasok vertikal yang tertutup. Akibatnya, ekosistem
domestik tertahan di dasar Kurva Senyum dalam wujud Completely Knocked Down
(CKD) dengan tingkat investasi dangkal yang berpusat semata pada penyediaan
buruh dan perakitan fisik. Lebih jauh, sektor layanan purna jual (after-sales) yang
seharusnya memberi nilai tambah terbukti rentan mengalami masa tunggu yang
lama akibat pasokan suku cadang, termasuk komponen slow-moving yang tetap
bergantung dari negara asal. Dibandingkan dengan kerangka lokalisasi di India
yang secara ketat memaksa fusi inovasi, regulasi TKDN terbukti permisif dan
mereduksi insentif negara menjadi subsidi bagi ekspansi hegemoni rantai pasok
korporasi asing.
Kata Kunci: Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Kebijakan Dagang
Strategis, Rantai Nilai Global (GVC), Kendaraan Listrik, Kurva Senyum
90 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 01:23 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 01:23 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
