Rachman, Felita Irham and Widagdo, Muhammad Bayu (2026) Representasi Persahabatan dalam Film Agak Laen. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
|
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_BAB I.pdf - Submitted Version Download (713kB) |
|
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_BAB II.pdf - Submitted Version Download (252kB) |
|
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_BAB III.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (149kB) |
|
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_BAB V.pdf - Submitted Version Download (193kB) |
|
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (168kB) |
|
|
Text
Felita Irham Rachman_14040122140205_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (303kB) |
Abstract
Film tidak sekadar berfungsi sebagai media hiburan komersial, melainkan juga
sebagai sistem tanda yang aktif mengonstruksi, merefleksikan, dan menyampaikan
kritik terhadap berbagai realitas sosial masyarakat. Salah satu nilai fundamental
yang sering divisualisasikan dalam narasi perfilman adalah hubungan
persahabatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis
bagaimana realitas persahabatan direpresentasikan dalam film Agak Laen, serta
membongkar makna denotasi, konotasi, dan mitos yang tersembunyi di balik
hubungan persahabatan tersebut. Film Agak Laen (2024) dipilih sebagai objek
kajian karena pencapaiannya yang fenomenal dalam meraup lebih dari 9 juta
penonton, serta keunikannya yang berhasil membungkus kritik sosial masyarakat
marginal dan tekanan ekonomi urban ke dalam genre horor-komedi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma
kritis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes
untuk membedah unit analisis berupa 17 leksia adegan terpilih yang mencakup
tanda visual, dialog, dan simbolik. Data dikumpulkan melalui observasi teks film
secara menyeluruh serta studi pustaka dan dokumentasi adegan.
Hasil penelitian melalui analisis sintagmatik dan paradigmatik (lima kode
pembacaan Barthes) menunjukkan bahwa persahabatan antara empat tokoh utama
(Bene, Boris, Oki, dan Jegel) dikonstruksi sebagai sebuah komitmen moral
mendalam yang melampaui relasi sosial formal. Pada tataran denotasi, film
merekam aksi fisik, kepanikan, dan kerja sama antartokoh dalam mengelola usaha
rumah hantu serta menyembunyikan insiden kematian pengunjung. Pada tataran
konotasi, tindakan absurd tersebut bermakna sebagai bentuk loyalitas, solidaritas
kelompok, dukungan moral, serta mekanisme pertahanan psikologis menggunakan
humor untuk meredakan ketakutan di tengah tekanan krisis ekonomi. Pada tataran
mitos, film ini menaturalisasi gagasan bahwa loyalitas tanpa syarat dan gotong
royong merupakan standar moral yang ideal bagi masyarakat Indonesia kelas
bawah dalam menghadapi ketimpangan sistemik dan hukum. Selain itu, film ini
secara implisit mengkritik budaya sensasi masyarakat modern yang
mengomodifikasi rasa takut dan tragedi demi viralitas ekonomi.
163 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 05:41 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 05:41 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54954 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
