FAKHIRA, RISKA LUTFIANA (2026) RESPON FISIOLOGIS TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) PADA TINGKAT KONSENTRASI KALIUM DAN SELENIUM YANG BERBEDA DENGAN SISTEM HIDROPONIK. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
BAB 1-3 SKRIPSI_RISKA LUTFIANA FAKHIRA_23020222130036.pdf Download (398kB) |
|
|
Text
FULL SKRIPSI_RISKA LUTFIANA FAKHIRA_23020222130036.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Tomat merupakan tanaman hortikultura yang kaya akan gizi dan cocok untuk
biofortifikasi pangan. Pengelolaan unsur hara pada budidaya tomat seperti kalium
untuk menjaga keseimbangan unsur lain dan pemberian selenium yang dapat
mempertahankan fisiologis tanaman tetap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji respon fisiologis tanaman tomat akibat konsentrasi kalium dan selenium
dengan sistem hidroponik. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember
2025 – April 2026. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse SMK Negeri H.
Moenadi Ungaran (SPMA), Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa
Tengah.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
(RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi kalium
dengan 4 taraf, yaitu: K1 (111 ppm), K2 (166 ppm), K3 (222 ppm), K4 (277 ppm).
Faktor kedua adalah konsentrasi selenium dengan 3 taraf, yaitu: S1 (0 ppm), S2 (6
ppm), S3 (12 ppm). Parameter yang diamati yaitu laju asimilasi bersih (LAB),
kandungan klorofil total, karotenoid daun, densitas stomata, lebar bukaan stomata,
serapan K jaringan tanaman, serapan K buah, kandungan prolin, kadar
malondialdehid (MDA), aktivitas superoksida dismutase (SOD), laju respirasi
buah, lama simpan buah, susut bobot buah. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan Analysis of Variance dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada
taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi kalium
berpengaruh terhadap laju asimilasi bersih (LAB), densitas stomata, serapan K
jaringan tanaman, serapan K buah, kandungan prolin, kadar malondialdehid,
aktivitas enzim superoksida dismutase, laju respirasi buah 3 hari setelah panen, laju
respirasi buah 15 hari setelah panen, lama simpan buah dan susut bobot buah.
Perlakuan konsentrasi selenium berpengaruh terhadap karotenoid daun dan laju
respirasi buah 3 hari setelah panen. Interaksi antara konsentrasi kalium dan
selenium menunjukkan bahwa pemberian selenium pada kondisi rendah kalium
dapat meningkatkan aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD).
Simpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi kalium 222 ppm (80%) hingga
277 ppm (100%) mampu meningkatkan fisiologis tanaman tomat. Konsentrasi
selenium mempengaruhi kandungan karotenoid daun dan menekan laju respirasi
buah tomat. Tanaman tomat yang diberikan konsentrasi kalium 222 – 277 ppm dan
selenium 6 ppm memberikan hasil optimal pada fisiologis tanaman tomat
dibandingkan kalium konsentrasi rendah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | Aulia Habib |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 03:07 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 03:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54856 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
