Amien, Muhammad Adzan and Fatharini, Anjani Tri (2026) NESTAPA DI BALIK TAMBANG: KEKERASAN EKOLOGI TRANSNASIONAL PADA PERTAMBANGAN TIMAH INKONVENSIONAL DI BANGKA BELITUNG. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
cover Adzan.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (853kB) |
|
|
Text
Bab 1 Skripsi Adzan.pdf - Submitted Version Download (655kB) |
|
|
Text
Bab 2 Skripsi Adzan.pdf - Submitted Version Download (3MB) |
|
|
Text
Bab 3 Skripsi Adzan.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
|
|
Text
Bab 4 Skripsi Adzan.pdf - Submitted Version Download (156kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka Skripsi Adzan.pdf - Submitted Version Download (343kB) |
|
|
Text
Lampiran Skripsi Adzan.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) |
Abstract
Indonesia melalui Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu
negara penghasil timah terbesar di dunia. Namun, timah yang berasal dari
aktivitas pertambangan timah ilegal (tambang inkonvensional) telah mengalir ke
rantai pasok raksasa teknologi global, termasuk Apple, Samsung, hingga Tesla,
sehingga menjadi isu kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana aktivitas pertambangan timah, baik ilegal maupun legal menjadikan
masyarakat lingkar tambang Desa Rebo, Sungailiat, Bangka, Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung terbebani secara tidak proporsional oleh bahaya lingkungan,
bahkan menjadikan mereka “korban kejahatan hijau” melalui pendekatan
Transnational Ecoviolence oleh Stoett & Omrow. Metode penelitian
menggunakan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa industri pertambangan timah telah berkontribusi terhadap
perekonomian, tetapi eksistensinya telah memicu kerusakan lingkungan.
Meskipun terdapat pembaruan undang-undang, seperti UU No. 4 Tahun 2009, UU
No. 3 Tahun 2020, dan Perpres No. 55 Tahun 2022, penambangan ilegal masih
berlanjut, memperburuk kerusakan lingkungan. Di Desa Rebo, hal tersebut pada
gilirannya berkontribusi terhadap hilangnya pendapatan dan mata pencaharian
yang diperoleh dari pekerjaan dan sumber daya lingkungan hingga hilangnya
keamanan dari praktik komunitas yang menindas. Dalam pendekatan
Transnational Ecoviolence, adanya bentuk-bentuk ketidakadilan lingkungan dan
ketidakamanan manusia tersebutlah yang menjadikan masyarakat lingkar tambang
Desa Rebo “korban kejahatan hijau”.
Kata kunci: Tambang Inkonvensional, Bangka Belitung, Ketidakadilan
Lingkungan, Ketidakamanan Manusia
85 Hubungan Internasional 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 02:52 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 02:52 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54844 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
