Samawi, Ilham Salim Nawawi and Yuwanto, Yuwanto (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA SEMARANG KOTA SEMARANG DALAM PENANGANAN BANJIR DAN BANJIR ROB TAHUN 2025. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Ilham Salim Nawawi Samawi_14010122140159_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (612kB) |
|
|
Text
Ilham Salim Nawawi Samawi_14010122140159_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (903kB) |
|
|
Text
Ilham Salim Nawawi Samawi_14010122140159_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (305kB) |
|
|
Text
Ilham Salim Nawawi Samawi_14010122140159_BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (573kB) |
|
|
Text
Ilham Salim Nawawi Samawi_14010122140159_BAB 4.pdf - Submitted Version Download (92kB) |
|
|
Text
Ilham Salim Nawawi Samawi_14010122140159_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (127kB) |
|
|
Text
Ilham Salim Nawawi Samawi_14010122140159_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Banjir dan banjir rob yang terus terjadi di Kota Semarang menunjukkan
bahwa kemampuan penanggulangan bencana pemerintah daerah belum sepenuhnya
memenuhi kerentanan wilayah. Kecamatan Genuk, Semarang Utara, Tugu,
Semarang Barat, Semarang Timur, dan Gayamsari terancam oleh curah hujan
tinggi, penurunan muka tanah, limpasan air dari wilayah hulu, dan dampak pasang
air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana BPBD Kota
Semarang berfungsi dalam penanganan banjir tahun 2025 dalam tahapan
prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana, dan untuk menemukan faktor
pendukung dan penghambat yang memengaruhi kinerjanya. Penelitian ini
dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus melalui
wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Matriks manajemen
bencana digunakan untuk menganalisis mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat,
rehabilitasi, dan rekonstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap
prabencana BPBD Kota Semarang telah mengembangkan berbagai alat untuk
mengurangi risiko bencana, seperti penerapan Sistem Peringatan Dini, inisiatif
Satuan Pendidikan Aman Bencana, pelatihan mitigasi, dan pembuatan peta risiko.
Selain itu, Kota Semarang telah menyediakan infrastruktur pengendali banjir,
seperti tanggul, kolam retensi, dan sistem drainase. Temuan matriks menunjukkan
bahwa berbagai program dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, tetapi
tingginya laju urbanisasi, perubahan tata guna lahan, dan peningkatan kerentanan
kawasan pesisir menghalangi keberhasilan mereka. Pada tahap tanggap darurat,
BPBD menunjukkan kemampuan respons yang cukup baik melalui pengoperasian
posko darurat, distribusi logistik, mobilisasi armada kebencanaan, dan perahu karet,
serta bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan lembaga terkait. Namun,
respons yang tidak merata di seluruh wilayah terdampak disebabkan oleh
keterbatasan personel, sarana operasional, dan jarak pelayanan. Sementara itu,
untuk memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur masyarakat setelah
bencana, BPBD telah melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun, fokus
pemulihan masih pada menangani dampak daripada mengurangi risiko bencana
jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Semarang telah
melakukan tugasnya sesuai dengan fungsi kelembagaan dalam siklus
penanggulangan bencana, tetapi kinerjanya masih terhambat oleh perbedaan
kapasitas institusi dan kompleksitas yang terus meningkat terkait risiko banjir.
Faktor pendukung utama termasuk regulasi, sistem peringatan dini, dukungan
infrastruktur, dan kerja sama lintas sektor. Faktor penghambat termasuk
keterbatasan armada, logistik, sumber daya manusia, pendanaan, dan koordinasi
antarlembaga yang belum sepenuhnya terintegrasi. Akibatnya, untuk meningkatkan
ketahanan Kota Semarang terhadap banjir dan banjir rob, diperlukan peningkatan
kapasitas kelembagaan, peningkatan kolaborasi antaraktor, dan penggabungan
pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Kata Kunci: BPBD Kota Semarang, banjir, banjir rob, Early Warning System,
manajemen bencana, tata kelola kebencanaan.
135 Ilmu Pemerintahan 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 00:50 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 00:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54769 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
