KHOFI, FAIZ (2026) Pengaruh Penambahan Teh Hijau (Camellia sinesis) terhadap Angka Lempeng Total dan Akseptabilitas Caspian Sea Yoghurt Susu Kambing. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
FAIZ KHOFI BAB 1-3.pdf Download (717kB) |
|
|
Text
SKRIPSI FAIZ KHOFI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari bulan Desember 2025 -
Februari 2026 di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas
Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini
bertujuan mengkaji pengaruh penambahan teh hijau terhadap angka lempeng total
dan akseptabilitas Caspian Sea Yoghurt. Penelitian dilakukan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan yaitu tanpa penambahan teh
hijau (T0), penambahan teh hijau 1% (T1), 2% (T2), dan 3% (T3); masing-masing
perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan. Pembuatan Caspian Sea yoghurt dimulai
dengan melakukan pasteurisasi susu kambing pada suhu 72°C, ditambahkan teh
hijau secara infusa selama 25 menit, lalu diinokulasi starter Lactococcus
lactis subsp. lactis, Lactococcus lactis subsp. cremoris, Lactococcus lactis subsp.
diacetylactis dan Leuconostoc mesenteroides subsp. mesenteroides, serta
difermentasi pada suhu ruang selama 24 jam. Parameter yang diuji meliputi angka
lempeng total dengan metode spread plate, serta uji akseptabilitas dengan 25
panelis semi terlatih. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan Duncan untuk
parameter mikrobiologis, serta Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney untuk
parameter sensoris.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan teh hijau memberikan
pengaruh nyata (P<0,05) terhadap angka lempeng total Caspian Sea Yoghurt susu
kambing, dengan nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan T2 sebesar 8,18 log
CFU/ml, dan T2 nyata lebih tinggi di banding T0, T1 dan T3. Seluruh perlakuan
telah memenuhi standar minimum SNI yoghurt sebesar 7 log CFU/ml. Hasil
pengujian akseptabilitas menunjukkan bahwa penambahan teh hijau memberikan
pengaruh nyata (P<0,05) terhadap penilaian warna, aroma, rasa, dan total
penerimaan, namun tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap penilaian
tekstur. Perlakuan T2 menghasilkan skor aroma tertinggi sebesar 4,48 dengan
kriteria suka, sedangkan penilaian warna, rasa, dan total penerimaan tertinggi
diperoleh pada perlakuan T0, namun skor total penerimaan pada T2 tidak berbeda
dengan T0. Seluruh perlakuan masih berada dalam kategori yang dapat diterima
oleh responden dengan perolehan skor di atas 3.
Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan teh hijau pada konsentrasi
2% (T2) menghasilkan skor aroma tertinggi sebesar 4,48 (suka), sedangkan
penilaian warna, rasa, dan total penerimaan tertinggi diperoleh pada perlakuan
tanpa penambahan teh hijau (T0), namun skor total penerimaan T2 tidak berbeda
nyata dengan T0. Seluruh perlakuan masih berada dalam kategori yang dapat
diterima oleh panelis dengan skor di atas 3.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture |
| Depositing User: | Aulia Habib |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 09:12 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 09:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54715 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
