Rahmawati, Khoirunisa Nur (2026) ARAHAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KRANGGAN DAN PRINGSURAT TERHADAP RENCANA KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI RTRW KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2024–2044. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Full Bab.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
|
|
Text
Cover.pdf - Published Version Download (467kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf - Published Version Download (675kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf - Published Version Download (419kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text
Bab 5.pdf - Published Version Download (96kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (165kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Download (4MB) |
Abstract
Penetapan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 980,30 hektar dalam RTRW Kabupaten Temanggung Tahun 2024–2044 memicu transformasi ekonomi dan tekanan terhadap kebutuhan ruang hunian di Kecamatan Kranggan dan Pringsurat. Namun, hingga saat ini belum tersedia arahan spasial yang mengintegrasikan rencana industri tersebut dengan daya dukung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan permukiman yang aman dan berkelanjutan terhadap rencana KPI hingga tahun 2044. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan analisis spasial Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis kebutuhan lahan dihitung menggunakan metode backlog perumahan berdasarkan proyeksi penduduk disagregasi. Analisis kesesuaian lahan dilakukan melalui teknik Spatial Multi-Criteria Analysis (SMCA) dengan pembobotan melalui Pairwise Comparison Matrix (PCM) pada variabel kelerengan, aksesibilitas, ketersediaan air, kondisi drainase, risiko bencana, dan jenis tanah. Analisis ketersediaan lahan menyaring faktor limitasi seperti Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sempadan sungai, dan kawasan terbangun dari hasil kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan total kebutuhan lahan permukiman baru mencapai 197,01 hektar, mencakup kebutuhan penduduk lokal dan pekerja pendatang. Analisis spasial mengidentifikasi surplus ketersediaan lahan sebesar 582,524 hektar. Namun, setelah diterapkan pembatasan radius aman sejauh 2 km dari batas luar KPI, lahan rill yang diarahkan untuk permukiman baru menyusut menjadi 187,962 hektar. Pengembangan permukiman baru diprioritaskan di wilayah utara Kranggan (seperti Desa Gentan, Kemloko, Klepu) dan timur laut Pringsurat (Desa Gowak, Nglorog, Pagergunung).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Arahan Pengembangan Permukiman, Kawasan Peruntukan Industri, Sistem Informasi Geografis (SIG) |
| Subjects: | Engineering Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:48 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 08:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54685 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
