Hermar, Geneva Faradilla and Gono, Joyo Nur Suryanto (2026) PROSES PEMBENTUKAN MAKNA ATAS PELECEHAN SEKSUAL VERBAL DALAM INTERAKSI KOMUNIKASI GAMERS PEREMPUAN DI ROBLOX. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (620kB) |
|
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_BAB I.pdf - Submitted Version Download (634kB) |
|
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_BAB II.pdf - Submitted Version Download (85kB) |
|
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (265kB) |
|
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (188kB) |
|
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_BAB V.pdf - Submitted Version Download (82kB) |
|
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (144kB) |
|
|
Text
Geneva Faradilla Hermar_14040122140202_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Pelecehan seksual verbal di permainan daring menjadi pengalaman yang
kerap dialami oleh pemain perempuan, termasuk melalui fitur voice chat dan chat
publik di Roblox. Hal ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman dalam
bermain, tetapi juga menciptakan ruang interaksi yang tidak setara secara gender di
dalam lingkungan permainan daring. Penelitian ini bertujuan untuk memahami
bagaimana gamers perempuan membentuk makna atas pelecehan seksual verbal
yang dialami melalui interaksi komunikasi di Roblox, dengan berfokus pada
pelecehan seksual verbal yang terjadi di fitur voice chat dan chat publik.
Penelitian menggunakan paradigma interpretif dengan perspektif
konstruktivis sosial, tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis
tematik. Subjek penelitian adalah tujuh pemain perempuan berusia 18–22 tahun
yang aktif bermain Roblox dan pernah mengalami pelecehan seksual verbal melalui
voice chat atau chat publik Roblox. Data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam dan dianalisis menggunakan thematic analysis, dengan kerangka teori
Coordinated Management of Meaning (CMM) dari Pearce dan Cronen sebagai
landasan utama, dilengkapi dengan konsep reluctance in recognition dari Ziyu
Deng untuk menjelaskan keengganan sebagian informan mengakui pengalamannya
sebagai pelecehan seksual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses koordinasi makna berlangsung
melalui empat tahap, yaitu merespons pelecehan seksual verbal, menginterpretasi
respon pelaku dan pemain lain, mendialogkan pengalaman dengan orang lain, dan
menetapkan makna akhir atas pelecehan seksual verbal. Setiap tahap dipengaruhi
oleh constitutive rules dan regulative rules yang terbentuk dari level hierarchy of
meaning yang berbeda antarinforman, sehingga situasi serupa dapat dimaknai
berbeda oleh masing-masing informan. Makna akhir yang dihasilkan beragam,
yakni pelecehan seksual verbal, ragebaiting, bercandaan, trolling, hingga ujaran
kebencian.
Penelitian ini pemaknaan atas pelecehan seksual verbal dalam ruang digital
bersifat dinamis, dan disebabkan oleh pengalaman hidup informan, konteks
situasional saat kejadian berlangsung, reaksi pelaku dan pemain lain, serta ada atau
tidaknya dialog dengan orang lain setelah kejadian terjadi. Temuan ini menegaskan
bahwa Roblox sebagai ruang interaksi digital masih menyimpan risiko pelecehan
seksual verbal yang perlu mendapat perhatian, baik dari sisi kebijakan platform
maupun kesadaran sosial penggunanya.
Kata Kunci: CMM, Games Online, pelecehan seksual verbal, koordinasi makna.\
No. 138 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 07:07 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 07:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54628 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
