Vera, Hani Nuki and Imawati, Sukma and Nawangsih, christina hari (2026) Hubungan antara Derajat Keparahan Degenerative Discus, Herniasi Discus, dan Facet Joint Osteoarthritis dengan Penebalan Ligamentum Flavum: Studi pada Pasien Lumbar Spinal Canal Stenosis Menggunakan Pencitraan Magnetic Resonance Imaging. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (HANI NUKI VERA-22040922320011-TESIS-ABSTRAK)
HANI NUKI VERA-22040922320011-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (191kB) |
Abstract
Latar Belakang: Lumbar spinal canal stenosis (LSCS) merupakan kelainan degeneratif progresif yang ditandai oleh penyempitan saluran vertebra, di mana penebalan ligamentum flavum memegang peranan penting. Patofisiologi hipertrofi ligamentum flavum diduga berhubungan dengan kaskade degeneratif pada kompartemen three-joint complex yang melibatkan diskus intervertebralis dan sendi faset. Namun, karakteristik segmental dari masing-masing komponen terhadap ketebalan ligamentum flavum pada setiap level vertebra masih belum sepenuhnya dipahami.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara derajat keparahan degenerative discus, tipe herniasi discus, dan derajat facet joint osteoarthritis terhadap kejadian penebalan ligamentum flavum pada pasien lumbar spinal canal stenosis (LSCS).
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 36 pasien lumbar spinal canal stenosis (LSCS) atau HNP lumbal yang menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) lumbosakral di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode Mei 2025 hingga Januari 2026. Penilaian radiologis dilakukan secara segmental dari level Th12-L1 hingga L5-S1. Variabel bebas meliputi kriteria Pfirmann untuk degenerative discus, tipe herniasi discus, dan kriteria Pathria untuk facet joint osteoarthritis. Variabel tergantung berupa penebalan ligamentum flavum diukur pada potongan aksial dan dikategorikan menebal jika > 4 mm. Uji hipotesis kemaknaan bivariat menggunakan nilai alternatif Likelihood Ratio karena keterbatasan sebaran sampel, dilanjutkan dengan uji Regresi Logistik Ganda untuk analisis multivariat.
Hasil: Rata-rata usia subjek adalah 57,22 ± 5,01 tahun dengan dominasi jenis kelamin perempuan (63,9%). Proporsi kejadian penebalan ligamentum flavum meningkat secara progresif ke arah lumbal bawah dan mencapai puncaknya pada segmen L4-L5 (77,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara derajat facet joint osteoarthritis dengan penebalan ligamentum flavum pada segmen L2-L3 (p = 0,006), serta antara tipe herniasi discus dengan penebalan ligamentum flavum pada segmen L4-L5 (p = 0,007). Namun, derajat keparahan degenerative discus tidak menunjukkan hubungan bermakna di seluruh segmen. Analisis multivariat menegaskan bahwa facet joint osteoarthritis merupakan prediktor independen yang signifikan memengaruhi penebalan ligamentum flavum pada segmen L2-L3 (p = 0,009), sedangkan herniasi discus menjadi faktor prediktor independen paling dominan pada segmen L4-L5 (p = 0,014).
Kesimpulan: Terdapat hubungan biomekanik segmental dalam memengaruhi penebalan ligamentum flavum. Facet joint osteoarthritis merupakan faktor utama pada segmen lumbal atas (L2-L3), sementara herniasi discus menjadi faktor mekanik paling dominan yang mendorong hipertrofi ligamen pada area dengan mobilitas tinggi di segmen lumbal bawah (L4-L5).
Kata kunci: Lumbar spinal canal stenosis, penebalan ligamentum flavum, degenerative discus, herniasi discus, facet joint osteoarthritis, MRI.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lumbar spinal canal stenosis, penebalan ligamentum flavum, degenerative discus, herniasi discus, facet joint osteoarthritis, MRI |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 06:53 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:52 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54586 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
