Kautsar, Muhammad Habil Al and Dalmiyatun, Tutik and Firdauzi, Annisa (2026) PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP REGENERASI PETANI DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
|
Text
Bagian 1.pdf Download (464kB) |
|
|
Text
Bagian 2.pdf Download (206kB) |
|
|
Text
Bagian 3.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
Bagian 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (377kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 6.pdf Restricted to Repository staff only Download (208kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bagian 7.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena aging farmer di Indonesia yang ditandai dengan lebih dari 78% petani berusia di atas 40 tahun, sementara proporsi petani muda hanya menyentuh 21,93% dari 29,34 juta usaha pertanian perorangan. Hal tersebut diperburuk oleh kondisi pertanian Jawa Tengah yang mengalami penyusutan lahan seluas 62.000 hektare dan terjadi penurunan jumlah petani aktif di Kota Semarang sebanyak 4.037 sejak 2024–2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh pertanian sebagai edukator, motivator, komunikator, fasilitator, dan inovator terhadap regenerasi petani di Kota Semarang ini dilaksanakan selama dua bulan pada Januari hingga Februari 2026 di seluruh wilayah Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap regenerasi petani di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain survei. Penentuan sampel menggunakan metode sensus terhadap seluruh petani muda aktif yang tercatat di Dinas Pertanian Kota Semarang dengan total 50 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda dengan pengukuran skala likert 1–5.
Berdasarkan karakteristik responden, petani muda di Kota Semarang didominasi oleh Generasi Y (74%), berjenis kelamin laki-laki (76%), berpendidikan perguruan tinggi (70%), berstatus kawin (58%), beban tanggungan diri sendiri (42%), pekerjaan utama sebagai petani (62%), pendapatan 4-10 juta/bulan (44%), keanggotaan kelompok tani (50%), lama bertani ≥ 5 tahun (44%), dan produk/komoditas sayuran hortikultura berbasis hidroponik (20%). Penilaian terhadap peran penyuluh pertanian secara keseluruhan masih berada pada kategori sedang, dengan skor tertinggi 23,58 dan regenerasi petani di Kota Semarang juga dalam kategori sedang, sebesar 34,64.
Hasil penelitian menunjukkan nilai R Square sebesar 0,855, artinya sebesar 85,5% variasi regenerasi petani dapat dijelaskan oleh kelima dimensi peran penyuluh pertanian. Berdasarkan uji F dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai edukator, motivator, komunikator, fasilitator, dan inovator secara simultan berpengaruh signifikan terhadap regenerasi petani, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Uji t hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap regenerasi petani dengan urutan pengaruh terbesar yaitu edukator (6,932), inovator (5,207), motivator (4,266), komunikator (3,388), dan fasilitator (2,324). Hal ini menandakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
Simpulan penelitian ini yaitu peran penyuluh pertanian sebagai edukator, motivator, komunikator, fasilitator, dan inovator secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap regenerasi petani di Kota Semarang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | penyuluh pertanian, petani lanjut usia, regenerasi petani, petani milenial |
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | User Agribisnis |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 06:42 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 06:42 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54572 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
