Search for collections on Undip Repository

Perbandingan Efektivitas Dexmedetomidine Dengan Morfin Sebagai Adjuvan Anestesi Spinal Pada Pasien Operasi Seksio Sesarea

Wibowo, Bayu Arif and Rakhtmatjati, Pradana Bayu and Sasongko, Himawan (2026) Perbandingan Efektivitas Dexmedetomidine Dengan Morfin Sebagai Adjuvan Anestesi Spinal Pada Pasien Operasi Seksio Sesarea. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Bayu Arif Wibowo-22041022310003-TESIS-ABSTRAK] Text (Bayu Arif Wibowo-22041022310003-TESIS-ABSTRAK)
Bayu Arif Wibowo-22041022310003-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (227kB)

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan adjuvan pada anestesi spinal bertujuan meningkatkan kualitas blok dan analgesia serta menurunkan efek samping. Dexmedetomidine dan morfin merupakan dua adjuvan yang sering digunakan pada operasi seksio sesarea, namun perbandingan efektivitas keduanya masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Tujuan: Mengetahui perbandingan efektivitas dexmedetomidine dan morfin sebagai adjuvan anestesi spinal pada pasien operasi seksio sesarea.
Metode: Penelitian ini merupakan randomized controlled trial yang melibatkan 36 pasien yang menjalani seksio sesarea dengan anestesi spinal. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok dexmedetomidine (bupivakain hiperbarik 10 mg + dexmedetomidine 2,5 mcg) dan kelompok morfin (bupivakain hiperbarik 10 mg + morfin 0,1 mg). Parameter yang dianalisis meliputi onset blok sensorik dan motorik, durasi blok motorik, skor nyeri VAS, serta kejadian hipotensi, bradikardia, mual muntah, dan menggigil. Analisis statistik menggunakan independent t-test dan Mann–Whitney sesuai distribusi data.

Hasil: Onset blok sensorik lebih cepat pada kelompok dexmedetomidine dibandingkan morfin (4,17±0,99 vs 5,44±1,34 menit; p=0,003). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada onset blok motorik (p=0,080). Durasi blok motorik lebih lama pada kelompok morfin dibandingkan dexmedetomidine (p<0,001). Skor nyeri VAS lebih rendah pada kelompok dexmedetomidine dibandingkan morfin (2,5 [1–4] vs 4 [3–6]; p<0,001). Kejadian hipotensi (11,1% vs 50,0%; p=0,011), bradikardia (11,1% vs 50,0%; p=0,011), mual muntah (5,6% vs 38,9%; p=0,016), dan menggigil (0% vs 33,3%; p=0,007) lebih rendah pada kelompok dexmedetomidine.

Simpulan: Dexmedetomidine sebagai adjuvan anestesi spinal pada operasi seksio sesarea memberikan onset blok sensorik yang lebih cepat, kualitas analgesia yang lebih baik, serta kejadian efek samping yang lebih rendah dibandingkan morfin, meskipun durasi blok motorik lebih panjang pada morfin.

Kata kunci: dexmedetomidine, morfin, anestesi spinal, seksio sesarea, analgesia

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: dexmedetomidine, morfin, anestesi spinal, seksio sesarea, analgesia
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 29 Jun 2026 06:45
Last Modified: 29 Jun 2026 06:51
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54515

Actions (login required)

View Item View Item