Br.Sitorus, Christy Tiya Angelene and Lailiyah, Nuriyatul (2026) Peran Self-Esteem terhadap Self-Disclosure pada Pengguna Akun Alternatif Instagram. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_BAB I.pdf - Submitted Version Download (198kB) |
|
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_BAB II.pdf - Submitted Version Download (143kB) |
|
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (271kB) |
|
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
|
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_BAB V.pdf - Submitted Version Download (140kB) |
|
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (98kB) |
|
|
Text
Christy Tiya Angelene Br. Sitorus_14040122140158_Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (276kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena akun alternatif Instagram, yaitu akun
kedua yang bersifat privat dan difungsikan sebagai ruang ekspresi diri yang lebih personal,
yang semakin lazim di kalangan mahasiswa Generasi Z, namun belum banyak dikaji dari
dimensi psikologisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan
penekanan kualitatif, yang mencakup survei awal terhadap 35 mahasiswa dan wawancara
mendalam kepada 5 informan terpilih, dengan analisis data melalui tahapan open coding,
axial coding, dan selective coding. Dengan menggunakan teori self-esteem Rosenberg (1965)
dan konsep self-disclosure Jourard, penelitian ini bertujuan untuk memahami peran
self-esteem dalam self-disclosure mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro
angkatan 2022 pada penggunaan akun alternatif Instagram.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem tidak bersifat statis, melainkan
kontekstual dan responsif terhadap lingkungan audiens. Di akun utama yang memiliki
jangkauan audiens luas dan heterogen, self-esteem mahasiswa berada dalam kondisi lebih
rentan karena kekhawatiran terhadap penilaian sosial, sehingga ekspresi diri menjadi lebih
terkontrol, defensif, dan terkurasi; bahkan beberapa informan mengakui pernah menghapus
unggahan setelah dipublikasikan. Sebaliknya, di akun alternatif yang audiensnya telah
disaring secara ketat dan didominasi oleh orang-orang terdekat, self-esteem informan lebih
stabil sehingga mendorong self-disclosure yang lebih bebas, spontan, dan autentik. Penelitian
ini juga menemukan bahwa fear of judgment berperan sebagai faktor pembatas self-disclosure
di akun utama, sementara rasa aman dari audiens yang dipercaya menjadi katalis keterbukaan
di akun alternatif. Dukungan sosial berupa likes, balasan story, dan apresiasi dari followers
terbukti memperkuat self-esteem informan, yang pada gilirannya mendorong keberanian
untuk semakin membuka diri. Pola ini membentuk dinamika timbal balik yang saling
menguatkan: self-esteem yang stabil mendorong self-disclosure, self-disclosure yang
mendapat respons positif menghasilkan validasi sosial, dan validasi sosial memperkuat
self-esteem lebih lanjut. Meski demikian, kebebasan berekspresi di akun alternatif tetap
memiliki batas yang dijaga secara proporsional; informan tetap memilih untuk
menyampaikan hal-hal paling sensitif secara personal kepada individu tertentu, bukan kepada
seluruh followers akun alternatif.
Penelitian ini menegaskan bahwa self-esteem berperan sebagai faktor psikologis yang
membentuk pola self-disclosure mahasiswa secara menyeluruh, yakni menentukan
keberanian mengekspresikan diri, respons terhadap penilaian sosial, cara membangun
audiens, serta batas keterbukaan yang dianggap aman. Pembuatan akun alternatif bukan
sekadar tren komunikasi digital, melainkan merupakan strategi adaptif psikologis yang
dibangun secara sadar oleh mahasiswa Generasi Z sebagai upaya memenuhi kebutuhan untuk
hadir secara autentik dalam ekosistem sosial digital yang aman bagi self-esteem mereka.
Kata Kunci: self-esteem kontekstual; self-disclosure digital; akun alternatif Instagram;
validasi sosial media sosial; Generasi Z
No. 135 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 06:14 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 06:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54512 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
