Safitri, Eliya Nur (2026) BABAGAN TAMPAH: MENGUPAS MAKNA SIMBOLIK TRADISI MERTI DESA MASYARAKAT WONOSOBO (Studi Kasus Tradisi Momongi Tampah di Desa Warangan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA624 13040220120024 Eliya Nur Safitri ok_1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA624 13040220120024 Eliya Nur Safitri ok_2.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
SA624 13040220120024 Eliya Nur Safitri ok_3.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
SA624 13040220120024 Eliya Nur Safitri ok_4.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA624 13040220120024 Eliya Nur Safitri ok.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Sebuah tradisi lahir dari keterkaitannya dengan lingkungan dan kehidupan
masyarakat sebagai bentuk adaptasi budaya yang mencerminkan identitas lokal.
Salah satu tradisi masyarakat agraris adalah merti desa yang memiliki kekhasan di
setiap wilayah. Penelitian ini mengkaji Tradisi Momongi Tampah di Desa
Warangan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo sebagai praktik budaya
masyarakat pengrajin tampah yang berkaitan erat dengan kehidupan sosial dan
ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik
ritual Tradisi Momongi Tampah serta konstruksi dan negosiasi makna simbolik
dalam tradisi dari perspektif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan strategi etnografi melalui teknik purposive sampling, serta
pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara, dokumentasi, dan
materi audiovisual. Landasan teori yang digunakan adalah interpretatif simbolik
milik Clifford Geertz yang memandang budaya sebagai jaring makna yang
ditafsirkan melalui simbol dalam bentuk benda maupun praktik ritual. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa praktik ritual dalam Tradisi Momongi Tampah
merepresentasikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat melalui berbagai
prosesi dan simbol budaya yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan
Tuhan, alam, leluhur, dan kehidupan sosial. Makna simbolik dalam tradisi
dikonstruksi melalui pengalaman sosial, musyawarah, warisan leluhur, dan
keterlibatan kolektif masyarakat dalam praktik ritual yang dilakukan secara
berulang serta terus mengalami negosiasi sesuai perkembangan kondisi sosial
ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, Tradisi Momongi Tampah
berkembang menjadi identitas budaya sekaligus ruang sosial budaya dalam
mempertahankan solidaritas dan keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat
pengrajin tampah.
Kata kunci: momongi tampah, makna simbolik, konstruksi, negosiasi, identitas
budaya, Clifford Geertz
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | momongi tampah, makna simbolik, konstruksi, negosiasi, identitas budaya, Clifford Geertz |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 03:56 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 03:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54511 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
