Kusuma, Hapsari Sulistya and Sulchan, Mohammad and Nugroho, K. Heri and Pramono, Adriyan (2026) EFEK DIET UBI JALAR (Ipomoea batatas) DENGAN VARIASI METODE PENGUKUSAN TERHADAP TOTAL ANTIOKSIDAN, STATUS RESISTENSI INSULIN, KADAR GLYCATED ALBUMIN, DAN KADAR GLUKOSA POSTPRANDIAL PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY OBESITAS. Doctoral thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK DISERTASI)
ABSTRACT.pdf Download (264kB) |
Abstract
Obesitas sentral meningkatkan resiko kejadian resistensi insulin dan diabetes melitus (DM) jika tidak ditangani segera. Pencegahan DM dapat dilakukan melalui penurunan berat badan, pengaturan asupan makan dan peningkatan aktivitas fisik. Efek diet rendah energi dan rendah indeks glikemik yang pernah diteliti memiliki hasil yang kurang efektif dan kurang implementatif untuk masyarakat. Ubi jalar kuning memiliki potensi sebagai pengganti nasi dengan kelebihannya yaitu kandungan energi dan indeks glikemik lebih rendah dan serat lebih tinggi. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh diet ubi jalar terhadap biomarker resistensi insulin pada tikus obesitas.
Penelitian ini terdapat 4 kelompok perlakuan. Tikus sebanyak 28 ekor diberikan diet tinggi lemak selama 3 minggu untuk mendapatkan indeks Lee >310, kemudian perlakuan ubi jalar kuning selama 3 minggu. K- diberikan pakan standar AIN 93M saja, K+ diberikan nasi 100% mengganti corn starch pada pakan standar, K1 diberikan ubi jalar kuning kukus 100%, dan K2 diberikan 100% ubi jalar kuning kukus dua kali pengukusan. Pemeriksaan darah pre dan post perlakuan dilakukan untuk mengetahui total antioksidan serum dan kadar glycated albumin menggunakan metode ELISA, HOMA-IR, dan kadar glukosa postprandial dengan metode GOD-PAP. Analisis data yang digunakan adalah uji paired sample t-test, uji ANOVA dilanjutkan uji post hoc.
Total antioksidan kelompok tikus yang diberi ubi jalar lebih tinggi dari pada tikus yang diberi nasi dan hanya diberi pakan standar. HOMA-IR, kadar glycated albumin dan kadar glukosa postprandial tikus yang diberi ubi jalar lebih rendah daripada tikus yang diberi pakan standar dan nasi. Peningkatan terbesar total antioksidan pada K2 sebesar 5,11 U/ml (p=0,000), penurunan HOMA-IR paling banyak sebesar 5,67 pada K2 (p=0,000), penurunan glycated albumin paling banyak sebesar3,83 pmol/ml pada K2 (p=0,000), penurunan glukosa postprandial paling banyak pada K2 sebesar 184 mg/dl (p=0,000). Hasil uji anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada total antioksidan (p=0,000), HOMA IR (p=0,000), Glycated Albumin (p=0,000) dan Glukosa Postprandial (p=0,000) antarkelompok.
Ubi jalar kuning kukus terbukti meningkatkan total antioksidan, menurunkan HOMA IR, glycated albumin, glukosa postprandial terlebih jika dikukus dua kali.
Kata kunci : antioksidan, HOMA-IR, glukosa postprandial, glycated albumin, resistensi insulin, tikus obesitas, ubi jalar kuning
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antioksidan, HOMA-IR, glukosa postprandial, glycated albumin, resistensi insulin, tikus obesitas, ubi jalar kuning |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Doctor Program of Medical Science |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 07:02 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 02:29 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
