Search for collections on Undip Repository

ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KEPADATAN TIKUS SEBAGAI RESERVOIR LEPTOSPIROSIS DI TIGA KELURAHAN KOTA SEMARANG

PRABADJATI, BOMA OMAAR (2026) ANALISIS SPASIAL FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KEPADATAN TIKUS SEBAGAI RESERVOIR LEPTOSPIROSIS DI TIGA KELURAHAN KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO BOMA.pdf] Text
REPO BOMA.pdf - Published Version

Download (407kB)

Abstract

Leptospirosis masih menjadi masalah zoonosis endemis di Kota Semarang, dengan jumlah kasus yang berfluktuasi dan cenderung meningkat pada beberapa tahun terakhir. Kondisi perkotaan yang padat, variasi sanitasi lingkungan, keberadaan badan air, serta tingginya interaksi manusia dengan lingkungan berpotensi mempertahankan siklus penularan penyakit ini. Tikus sebagai reservoir utama Leptospira sp. berperan penting dalam pencemaran lingkungan dan perlu dikaji secara spasial untuk mendukung pengendalian yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis spasial faktor lingkungan terhadap kepadatan tikus sebagai reservoir leptospirosis di tiga kelurahan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis spasial di Kelurahan Candi, Gemah, dan Kaligawe. Tikus ditangkap menggunakan perangkap hidup selama tiga hari dua malam, kemudian diidentifikasi spesies dan jenis kelaminnya serta diuji PCR pada jaringan ginjal untuk mendeteksi Leptospira sp. Analisis spasial dilakukan terhadap kondisi lingkungan, meliputi selokan, tempat pembuangan sampah, dan kedekatan dengan sungai atau badan air. Kondisi selokan, tempat sampah, dan kedekatan dengan sungai diamati, dipetakan, dan dianalisis menggunakan SIG. Hasil menunjukkan success trap pada seluruh lokasi melebihi Standar Baku Mutu Lingkungan (SBMKL) (>1%), dengan nilai tertinggi di Kelurahan Gemah sebesar 16,25%. Dari 69 tikus yang tertangkap, 13 tikus positif Leptospira sp., dengan proporsi tertinggi di Kelurahan Candi (31,3%). Tikus positif cenderung ditemukan pada area dengan kondisi selokan dan tempat sampah yang buruk. Kesimpulannya, kepadatan tikus dan prevalensi Leptospira sp. tidak selalu bergerak searah, sehingga faktor sanitasi lingkungan dan komposisi spesies reservoir perlu menjadi perhatian utama dalam pengendalian leptospirosis.
Kata Kunci : Leptospirosis, Kepadatan Tikus, Faktor Lingkungan, Analisis Spasial

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 26 Jun 2026 08:05
Last Modified: 26 Jun 2026 08:05
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54369

Actions (login required)

View Item View Item