Maharani, Krisnina and Naryoso, Agus (2026) HUBUNGAN TERPAAN INFORMASI SKINCARE OVERCLAIM DI TIKTOK @DOKTERDETEKTIF DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH DENGAN MINAT BELI SKINCARE AZARINE. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
COVER_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (630kB) |
|
|
Text
BAB I_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Download (518kB) |
|
|
Text
BAB II_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Download (603kB) |
|
|
Text
BAB III_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (338kB) |
|
|
Text
BAB IV_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (251kB) |
|
|
Text
BAB V_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Download (163kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Download (169kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_Krisnina Maharani_14040119120022.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Industri kecantikan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk perawatan kulit. Perkembangan tersebut turut diiringi munculnya fenomena overclaim, yaitu klaim kandungan produk yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Fenomena ini menjadi perhatian publik setelah akun TikTok @dokterdetektif mengungkap dugaan ketidaksesuaian kandungan bahan aktif pada produk Azarine. Informasi tersebut memicu berbagai tanggapan pengguna media sosial dan menimbulkan keraguan konsumen terhadap produk yang sebelumnya dipercaya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara terpaan informasi skincare overclaim dan electronic word of mouth (e-WOM) terhadap minat beli produk Azarine. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan paradigma positivistik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60 pengguna TikTok di Indonesia yang pernah terpapar konten@dokterdetektif dan mengenal produk Azarine. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jenis sampling insidental. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau-b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan informasi skincare overclaim berhubungan lemah dengan penurunan minat beli karena sebagian responden masih mempertimbangkan untuk membeli produk Azarine meskipun telah menerima informasi terkait isu overclaim. Sementara itu, electronic word of mouth(e-WOM) berhubungan sedang dengan penurunan minat beli karena komentar, ulasan, dan pengalaman pengguna lain mendorong konsumen menjadi lebih selektif dan hanya membeli produk tertentu. Temuan ini mendukung Teori Disonansi Kognitif yang menjelaskan bahwa informasi yang bertentangan dengan keyakinan awal konsumen dapat memengaruhi evaluasi dan keputusan pembelian. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel citra merek, kepercayaan merek, atau loyalitas merek untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku konsumen.
Kata Kunci: Skincare Overclaim, Electronic Word of Mouth, Minat Beli, Azarine
122 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 07:07 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 07:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54335 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
