Krisseptiana, Krisseptiana and Warsono, Hardi and Yuwanto, Yuwanto (2026) PENGEMBANGAN MANAJEMEN PENANGANAN STUNTING m KOTA SEMARANG (STUDI TENTANG KINERJA TIM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING KOTA SEMARANG). Doctoral thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Cover_Krisseptiana.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Bab I.pdf - Submitted Version Download (5MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Bab II.pdf - Submitted Version Download (10MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Bab III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Bab IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Bab V.pdf - Submitted Version Download (24MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Bab VI.pdf - Submitted Version Download (36MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Bab VII.pdf - Submitted Version Download (7MB) |
|
|
Text
Laporan Disertasi_Krisseptiana Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
Abstract
Disertasi ini memformulasikan dan membuktikan empiris
paradigmatik dalam penanganan stunting di Indonesia, yaitu dari pendekatan
program (program-based approach) yang mengandalkan akumulasi
intervensi sektoral, menuju mcklel manajemen berbasis tata kelola kelembagaan dan
integrasi data (governance-based management model) yang menempatkan
kapasitas tata kelola sebagai variabel determinan keberhasilan. Penelitian dilakukan
melalui studi kæsus kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota
Semarang 2019—2024 dengan menggunakan desain mixed methods
sequential explanatory yang pada tahap akhir diintegrasikan dengan kerangka
Research and Ihvelopment untuk Penelitian berlandaskan
paradigma pragmatisme dan menggunakan kerangka teoretis ganda dari McConnell
(2010) tentang spektrum keberhasilan dan kegagalan kebijakan serta Ansell dan
Torfing (2014) tentang collaborative innovation. Hasil menunjukkan
bahwa keberhasilan penurunan prevalensi stunting periode 2019—2022 tidak
dari kinerja kelembagaan TPPS seeara umum, melainkan dari tiga
pendorong kontingen yang spesifik: kebijakan Walikota menempatkan alokasi
anggaran penanganan stunting langsung pada tingkat kelurahan, gerakan kolektif
multipihak, dan program Si Bening. Sebaliknya, kenaikan prevalensi dari 10,400/0
pada 2022 menjadi 15,74% pada 2023 disebabkan Oleh melemahnya ketiga
tersebut yang menutupi kelemahan struktural tata kelola
TPPS. Berdasarkan temuan ini, disertasi mengusulkan Model Tiga Arsitektur
Terintegrasi yang terdiri dari Balanced Model Tiga Pilar, Crisis Governance
Framework, dan Enhanced IPOO Operational Framework. Kontribusi utama
disertasi terletak pada tiga pilar kebaruan: teoretis (Dual Theoretical Framework,
Atribusi Kausal Presisi, Paradoks Stunting), konseptual (Model Tiga Arsitektur
Terintegrasi dengan Linking Mechanism), dan empiris (studi pertama yang
menempatkan TPPS sebagai unit analisis tata kelola kota metropolitan Indonesia).
Kata Kunei: stunting; tata kelola kelembagaan; Tim Percepatan Penurunan
Stunting (TPPS) ; precarious success; paradoks stunting; mixed methods sequential
explanatory; Kora Semarang
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Doctor Program in Social Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 06:49 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 06:49 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54334 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
