Nugraha, Adi Saputra (2026) PENGENDALIAN RISIKO OPERASIONAL PADA PROSES PEMUATAN BAN MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT XYZ CABANG CIKAMPEK. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
TA_MAL_ADI SAPUTRA NUGRAHA.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text
Cover TA.PDF - Published Version Download (883kB) |
|
|
Text
Bab 1 TA.PDF - Published Version Download (449kB) |
|
|
Text
Bab 2 TA.pdf - Published Version Download (556kB) |
|
|
Text
Bab 3 TA.PDF - Published Version Restricted to Repository staff only Download (350kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 4 TA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab 5 TA.PDF - Published Version Download (295kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka TA.PDF - Published Version Download (302kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Tingginya volume pengiriman ban pada proses pemuatan di PT XYZ tidak diimbangi keandalan sistem eksekusi yang stabil, tercermin dari inefektivitas verifikasi akhir oleh checker, inefisiensi alur kerja yang melewati batas waktu toleransi, serta lemahnya perencanaan kapasitas tenaga kerja saat volume pengiriman melonjak. Penilaian risiko secara konvensional dinilai kurang representatif karena memperlakukan kriteria keparahan, frekuensi, dan kemampuan deteksi secara setara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengendalian risiko operasional pada proses pemuatan ban menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan yang terlibat langsung dalam proses pemuatan ban, didukung observasi partisipatif aktif dan penelusuran dokumen operasional. FMEA digunakan untuk mengidentifikasi failure mode, menilai Severity, Occurrence, dan Detection, serta menghitung Risk Priority Number (RPN), sementara AHP digunakan untuk menentukan bobot relatif ketiga kriteria melalui pairwise comparison oleh informan kunci yang kemudian diaplikasikan dalam perhitungan Weighted Risk Priority Number (WRPN) dan penetapan ambang batas kekritisan menggunakan pendekatan statistik boxplot. Hasil penelitian mengidentifikasi 11 failure mode, di mana evaluasi RPN konvensional menunjukkan keterbatasan representasi prioritas risiko, sedangkan WRPN menghasilkan urutan prioritas yang lebih kontekstual. Berdasarkan kategorisasi boxplot, tiga failure mode masuk zona kritis, yaitu inkonsistensi pola penumpukan ban (WRPN 4.992), ketidaksesuaian size code label dengan fisik ban (WRPN 4.828), dan kesalahan size code ban yang dimuat (WRPN 4.576), yang menjadi dasar perancangan dua produk pengendalian risiko, yaitu Kartu Standar Visual Pemuatan Ban dan Formulir Verifikasi Size Code Berlapis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analytic Hierarchy Process, Failure Mode and Effects Analysis, Pemuatan Ban, Risiko Operasional, Weighted Risk Priority Number |
| Subjects: | Economics and Business Economics and Business > Management |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Management |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:17 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/54076 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
