Nazarena, Anggita Defia (2026) ISTILAH-ISTILAH DALAM TRADISI BOYONG SONGSONG AGUNG KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG (KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK). Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SI2465 13010122130065 SKRIPSI FATIYA AZZA ILFA OK_1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SI2465 13010122130065 SKRIPSI FATIYA AZZA ILFA OK_2.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
SI2465 13010122130065 SKRIPSI FATIYA AZZA ILFA OK_3.pdf Download (408kB) |
|
|
Text
SI2465 13010122130065 SKRIPSI FATIYA AZZA ILFA OK_4.pdf Download (516kB) |
|
|
Text
SI2465 13010122130065 SKRIPSI FATIYA AZZA ILFA OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Tradisi Boyong Songsong Agung Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang
merupakan praktik budaya yang dilaksanakan setiap setahun sekali pada 1
Maulud. Tradisi boyongan ini bisa disebut dengan ritual ngeslupi, yaitu upacara
memasuki wilayah baru dengan harapan memperoleh keselamatan, keberkahan,
dan ketenteraman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
performansi, indeksikalitas, partisipasi, dan mengidentifikasi nilai budaya dari
istilah-istilah dalam Tradisi Boyong Songsong Agung Kecamatan Gunungpati,
Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, menggunakan
pendekatan antropolinguistik dalam ranah kebudayaan masyarakat Gunungpati.
Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles & Huberman, yaitu
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan pendekatan antropolinguistik dengan memanfaatkan
analisis performansi, indeksikalitas, partisipasi, dan nilai-nilai budaya (Duranti.
1997). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat performansi, indeksikalitas,
dan partisipasi dalam Tradisi Boyong Songsong Agung. Performansi yang
ditemukan ada 6 istilah, yaitu prentah siyaga Subamanggala, boyong songsong
agung, matur palapuran, nampi palapuran sesepuh, ngeslupi, dan woro-woro.
Indeksikalitas yang ditemukan ada 14 istilah, yaitu sapu gerang, udhik-udhik,
tirtoperwitosari, sesajen, dupa wangi, uplik, songsong, kethuk kempyang, kendhi,
cikal, sawo kecik, pelem talijiwo, grobog, gunungan lanang, gunungan wedok,
dan tumpeng. Adapun partisipasi yang terlibat ada 9, yaitu camat Gunungpati, trah
keturunan Gunungpati, sesepuh, juru kunci, Komunitas Kandang Gunung,
Komunitas Kampung Jawi, Komunitas Citra Muda, Korsatpen Gunungpati, dan
masyarakat Gunungpati. Nilai budaya yang ditemukan, yakni hubungan manusia
dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan
masyarakat, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia
dengan diri sendiri.
Kata kunci : tradisi boyong songsong agung, antropolinguistik, performansi,
indeksikalitas, partisipasi, nilai buday
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tradisi boyong songsong agung, antropolinguistik, performansi, indeksikalitas, partisipasi, nilai budaya |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 02:53 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 02:53 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53964 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
