Search for collections on Undip Repository

Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Cedera Kepala dengan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif di Pelayanan Pre-Hospital Emergency Puskesmas Poncol Kota Semarang

Three, Ariefira Puji and Widyaningtyas, Nur Hafizhah and Abdurrahman, Naufal Najib (2026) Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Cedera Kepala dengan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif di Pelayanan Pre-Hospital Emergency Puskesmas Poncol Kota Semarang. [Experiment] (Unpublished)

[thumbnail of 22020125210053_Nia Fadia Aulia_KIAN Lengkap.pdf] Text
22020125210053_Nia Fadia Aulia_KIAN Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pelayanan Pre-Hospital Emergency memegang peran kritis dalam menentukan kondisi klinis pasien cedera kepala sejak kontak awal di tempat kejadian hingga serah terima di fasilitas rujukan. Pasien cedera kepala berisiko mengalami gangguan perfusi serebral akibat cedera otak sekunder yang dapat berkembang selama fase transportasi apabila tidak ditangani secara optimal. Studi kasus ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien cedera kepala dengan risiko perfusi serebral tidak efektif di pelayanan Pre-Hospital Emergency Puskesmas Poncol Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study terhadap lima subjek yang mendapatkan pelayanan Ambulans Hebat Puskesmas Poncol pada periode 11–23 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dengan pendekatan primary survey ABCDE, dan studi dokumentasi. Hasil studi kasus menunjukkan seluruh subjek merupakan korban kecelakaan lalu lintas dengan rentang usia 20–75 tahun dan nilai GCS awal 12–15. Diagnosis keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif ditegakkan berdasarkan faktor risiko berupa trauma mekanis kepala, amnesia pascatrauma, nilai saturasi oksigen pada batas minimal, dan hipertensi reaktif. Implementasi intervensi berbasis bukti yang mencakup pemberian oksigenasi melalui nasal kanul, pengaturan posisi head-up 30°, pemasangan akses intravena, perawatan luka, dan pemantauan neurologis berkala berhasil mempertahankan nilai GCS yang stabil atau meningkat, tekanan darah sistolik ≥110 mmHg, dan saturasi oksigen ≥95% pada seluruh subjek selama transportasi. Studi kasus ini menegaskan bahwa fase pre-hospital merupakan fase kritis yang kualitas asuhannya berperan penting dalam mencegah cedera otak sekunder pada pasien cedera kepala.

Item Type: Experiment
Uncontrolled Keywords: Cedera Kepala, Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif, Pelayanan Gawat Darurat Pra-Rumah Sakit
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Nursing
Depositing User: Keperawatan Undip
Date Deposited: 25 Jun 2026 02:05
Last Modified: 25 Jun 2026 03:58
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53904

Actions (login required)

View Item View Item