SAFIRA, NABILA ANAS and ARIFIN, MUHAMAD THOHAR and Bakhtiar, Yuriz (2026) Analisis Klinis Kejadian Epilepsi Akibat Cavernoma di RSUP Dr. Kariadi. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-KTI)
ABSTRAK-KTI.pdf Download (105kB) |
Abstract
Latar Belakang: Malformasi kavernosa serebral (CCM) adalah lesi vaskular yang ditemukan pada 0,4–0,9% populasi, dengan kejang epilepsi sebagai gejala tersering yang berdampak besar pada kualitas hidup. Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) berperan penting dalam diagnosis dan evaluasi karakteristik lesi, namun pencatatan klinis yang lengkap mengenai profil radiologi dan luaran kejang pascaoperasi di fasilitas pelayanan kesehatan lokal masih perlu dievaluasi.
Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik klinis, gambaran MRI pada cavernoma, penggunaan obat antiepilepsi (OAE), serta gambaran frekuensi kejang sebelum dan sesudah operasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain case series retrospektif menggunakan data rekam medis pasien di RSUP Dr. Kariadi periode Januari 2019–Desember 2024. Dari total 11 subjek yang teridentifikasi, sebanyak 7 subjek memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menyajikan distribusi karakteristik klinis, radiologis, dan frekuensi kejang pasien.
Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (71,4%) dengan rata-rata usia 32,7 ± 16,6 tahun. Berdasarkan pemeriksaan MRI, lokasi lesi terbanyak ditemukan di lobus temporal (42,9%) dengan ukuran lesi didominasi oleh diameter ≥2,5 cm (57,1%). Sebanyak 42,9% pasien menggunakan kombinasi 2 OAE sebelum operasi. Evaluasi frekuensi kejang sebelum dan sesudah operasi hanya dapat dibandingkan secara lengkap pada 2 pasien (28,6%), di mana keduanya menunjukkan penurunan frekuensi kejang hingga mencapai kondisi bebas kejang pascaoperasi. Sebanyak 5 pasien (71,4%) tidak memiliki data frekuensi kejang preoperasi yang tercatat spesifik, dan 3 pasien (42,9%) tidak memiliki data evaluasi pascaoperasi yang lengkap pada rekam medis.
Kesimpulan: Tindakan operasi menunjukkan kecenderungan klinis yang baik terhadap penurunan frekuensi kejang pada pasien dengan dokumentasi data yang lengkap. Karakteristik lesi cavernoma di RSUP Dr. Kariadi didominasi oleh lokasi supratentorial (lobus temporal) dan ukuran besar. Ketiadaan standardisasi pencatatan frekuensi kejang pada data sekunder rekam medis menjadi keterbatasan utama dalam melakukan analisis kuantitatif yang lebih mendalam.
Kata kunci: cavernoma, epilepsi, MRI, frekuensi kejang, Engel classification, operasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: cavernoma, epilepsi, MRI, frekuensi kejang, Engel classification, operasi. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 03:24 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 03:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53888 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
