Nabilah Putri, Sofie and Agithalita Salsabila, Raena and Puspita Adi, Chairunisa (2026) PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KAWASAN INDUSTRI RANCAEKEK, JAWA BARAT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO ; FAKULTAS TEKNIK.
|
Text
REPOSITORY SOFIE-RAENA-CHAIRUNISA.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK
Pertumbuhan industri yang pesat di Jawa Barat mendorong pembangunan kawasan industri terpusat, namun peningkatan aktivitas ini berdampak langsung pada lonjakan volume air limbah domestik non-produksi karyawan. Masalah ini terlihat nyata di Kawasan Industri Rancaekek, Kabupaten Sumedang, yang menampung 27 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja besar, tetapi belum memiliki jaringan penyaluran terpadu maupun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Guna mencegah degradasi lingkungan serta memenuhi regulasi Permen LH No. 11 Tahun 2025 dan Permen LHK No. 5 Tahun 2021, dilakukan perencanaan infrastruktur pengolahan terpusat. Metode perencanaan kuantitas dilakukan melalui pendekatan kebutuhan air bersih berdasarkan data jumlah pegawai non-produksi pada 3 shift kerja di 27 tenant industri, dengan faktor timbulan limbah sebesar 80%. Debit tersebut kemudian di-forecast untuk 10 tahun ke depan. Hasil evaluasi kualitas awal menunjukkan mayoritas parameter melebihi baku mutu Permen LH No. 11 Tahun 2025, yaitu BOD 140,45 mg/L; COD 284,60 mg/L; TSS 130 mg/L; minyak & lemak 12,13 mg/L; amoniak 15,23 mg/L; dan Fecal Coliform 4.839.200 MPN/100ml, dengan pH aman sebesar 7,79. Berdasarkan pemodelan proyeksi, diperoleh total debit rata-rata perencanaan IPAL sebesar 870,171 m³/hari. Sistem penyaluran dirancang menggunakan sistem terpisah dari drainase hujan, menggunakan jaringan pipa PVC sepanjang 3.962 m dengan diameter 200 mm yang dialirkan secara gravitasi pada kemiringan (slope) 0,5% untuk menjaga kecepatan aliran self-cleansing (0,6–3 m/s), serta dilengkapi 38 unit manhole dan 2 unit sump pit. Unit IPAL komunal yang dipilih berbasis teknologi Secondary Treatment berupa Food Chain Reactor (FCR) dengan kombinasi sistem anoksik dan aerobik. Tahapan pengolahan dibagi menjadi empat bagian: pre-treatment (bak penampung, bar screen, grease trap, bak ekualisasi), secondary treatment (FCR anoksik-aerobik dan bak sedimentasi), tertiary treatment (disinfeksi dan bak efluen), serta sludge treatment (holding tank thickener dan filter press). Teknologi FCR ini mampu mereduksi polutan dengan efisiensi penyisihan sangat tinggi, yaitu BOD serta minyak & lemak sebesar 95%, COD 90%, amoniak 83%, TSS 78%, dan Fecal Coliform mencapai 99%, sehingga menjamin efluen akhir memenuhi standar baku mutu. Berdasarkan pemanfaatan kembali air (water reuse), sebesar 435,644 m³/hari dari total efluen dimanfaatkan untuk penyiraman lanskap hijau kawasan. Mengacu pada Perbup Sumedang No. 21 Tahun 2025, estimasi biaya konstruksi fisik infrastruktur ini adalah sebesar Rp7.190.000.000,00 dengan anggaran operasional dan pemeliharaan (O&M) rutin bulanan sebesar Rp25.000.000,00.
Kata kunci: air limbah domestik, Food Chain Reactor, IPAL komunal, Kawasan Industri Rancaekek, sistem penyaluran.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering |
| Depositing User: | anik riyanti |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 08:15 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 08:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53813 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
