Wensdiya, Yulfa Aji (2026) DINAMIKA PERUBAHAN KAWASAN PERKOTAAN DAN URBAN HEAT ISLAND DI KAWASAN PERKOTAAN METROPOLITAN SEMARANG SEBAGAI DASAR MITIGASI BENCANA PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
FULL BAB.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER.pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (786kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (584kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (44kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (109kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan salah satu dampak lingkungan akibat dari pertumbuhan kawasan perkotaanyang terus meingkat. Pertumbuhan kawasan perkotaan sendiri ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan. Jumlah penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan Indonesia meningkat dari tahun 1990 sebesar 30% menjadi 59% pada tahun 2023. Peningkatan jumlah penduduk di kawasan perkotaan mendorong terjadi ekspansi wilayah terbangun dan peningkatan perubahan lahan vegetasi menjadi kawasan terbangun. Kota Semarang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah terus menunjukan terjadi perubahan penggunaan lahan. Peningkatan luas lahan terbangun yang sejalan dengan peningkatan kepadatan penduduk yang tidak diimbangi dengan luas lahan vegetasi akan berpotensi terhadap peningkatan suhu permukaan yang dapat memperparah fenomena Urban Heat Island. Penelitian bertujuan untuk menganalisis seberapa kuat pengaruh pertumbuhan kawasan perkotaan Metropolitan Semarang, terhadap peningkatan fenomena Urban Heat Island dengan perkembangan kawasan perkotaan pada tahun 2000, 2010, 2020, dan 2025.
Metode penelitian yang dilakukan dimulai dari analisis pertumbuhan kawasan perkotaan melalui variabel Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) untuk pemetaan area terbangun. Selanjutnya analisis Urban Heat Island yang dilakukan dengan pengolahan Land surface Temperature (LST). Kedua analisis selanjutnya dilakukan perhitungan korelasi dengan metode untuk melihat hubungan dari kedua variabel/ seberapa kuat kedua variabel. Data yang digunakan dalam pengolahan sendiri mencakup citra satelit landsat 5,7,8, dan 9 yang digunakan dalam pengolahan Normalized Difference Built-Up Index (NDBI) dan Land surface Temperature (LST).
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan kawasan perkotaan menunjukan bahwa terjadi peningkatan lahan terbangun dari tahun 2000 sebesar 6816,24 Ha menjadi 11844,72 Ha pada tahun 2025. Sedangkan perubahan Fenomena Urban Heat Island juga menunjukan terjadi perluasan luasan sebesar 19125,54 Ha pada tahun 2000 menjadi19142,19 Ha pada tahun 2025. Akumulasi panas pada kawasan dengan kepadatan bangunan tinggi menyebabkan temperatur permukaan dan temperatur udara perkotaan berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan area di luar kota. Kondisi tersebut memungkinkan pemetaan risiko bencana yang bersumber dari pertumbuhan kawasan perkotaan sebagai wilayah rentan dan fenomena Urban Heat Island sebagai bahaya/ancaman. Tingkat risiko bencana tinggi di Kawasan Perkotaan Metropolitan Semarang mencakup luasan sebesar 4.985,73 Ha atau setara dengan 13,1% dari total luas wilayah studi. Risiko bencana hidrologi yang ada pada Kawasan Perkotaan Metropolitan Semarang menimbulkan berbagai dampak terhadap wilayah kerentanan bencana yaitu dampak terhadap kenyamansn thermal, Kesehatan, peningkatan tren curah hujsn ekstrim dan aerosol, serta terdahak Kesehatan lingkungan.
Upaya mitigasi Urban Heat Island dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, di antaranya teknik pendingin pasif, modifikasi fisik bangunan, pengembangan ruang terbuka hijau, pertanian perkotaan, infrastruktur hijau, serta penggunaan bahan bangunan berkelanjutan. Upaya mitigasi yang paling relevan dengan kondisi wilayah studi adalah pengembangan area RTH berdasarkan zonasi prioritas, di mana area prioritas pertama mencakup 9% dan area prioritas kedua mencakup 17% dari total luas wilayah studi. Implementasi tata ruang sebagai instrumen mitigasi di Kawasan Perkotaan Semarang telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2022 yang menetapkan kawasan ini sebagai wilayah pengembangan ekonomi berskala nasional dengan pengendalian pemanfaatan sumber daya berbasis adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Ketentuan tersebut dapat dijadikan dasar masukan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional yang berada dalam lingkup Kawasan Perkotaan Metropolitan Semarang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Urban Heat Island, Pertumbuhan Kawasan Perkotaan, Normalized DifferenceBuilt-Up Index, Risiko Bencana Hidrometeorologi, Upaya Mitigasi |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 06:34 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 06:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53738 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
