Search for collections on Undip Repository

Analisis Efektivitas Beton Konvensional, Beton Magnetite, dan WHA sebagai Shielding LINAC 6 MV Menggunakan MCNP

PRAMESTHI, Theresia Anggita (2026) Analisis Efektivitas Beton Konvensional, Beton Magnetite, dan WHA sebagai Shielding LINAC 6 MV Menggunakan MCNP. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of FUULL TEXT] Archive (FUULL TEXT)
bebasperpustakaan_theresiaanggitapramesti.zip
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (194kB)
[thumbnail of 3. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf] Text
3. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf

Download (185kB)
[thumbnail of 6. KATA PENGANTAR.pdf] Text
6. KATA PENGANTAR.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (190kB)
[thumbnail of 12. ABSTRAK.pdf] Text
12. ABSTRAK.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of 13. ABSTRACT.pdf] Text
13. ABSTRACT.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of 14. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of 19. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (210kB)

Abstract

Radioterapi menggunakan linear accelerator (LINAC) memerlukan sistem
shielding yang efektif untuk melindungi pekerja radiasi, pasien, dan masyarakat
dari paparan radiasi hambur maupun radiasi bocor. Beton konvensional merupakan
material shielding yang umum digunakan, namun pada energi tinggi diperlukan
ketebalan yang besar sehingga dikembangkan material alternatif berdensitas tinggi
seperti beton magnetite dan tungsten heavy alloy (WHA). Penelitian ini bertujuan
membandingkan efektivitas beton konvensional, beton magnetite, dan WHA
sebagai material shielding pada fasilitas radioterapi LINAC 6 MV menggunakan
simulasi Monte Carlo. Simulasi dilakukan menggunakan MCNP versi 6.2 dengan
model sumber radiasi LINAC Elekta SL-25. Evaluasi dilakukan menggunakan tally
F6 untuk memperoleh distribusi dosis radiasi dalam satuan Sv/jam. Variasi
ketebalan material dilakukan berdasarkan pendekatan Tenth Value Layer (TVL)
pada ketebalan 0,5 TVL, 1 TVL, 1,5 TVL, dan 2 TVL. Analisis dilakukan terhadap
reduksi laju dosis, koefisien atenuasi, efisiensi ketebalan, dan relative error
simulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan material
menyebabkan penurunan laju dosis radiasi secara signifikan dengan pola atenuasi
eksponensial. Beton konvensional memerlukan ketebalan hingga 68 cm untuk
mencapai 2 TVL, beton magnetite memerlukan 52 cm, sedangkan WHA hanya
memerlukan 8 cm. Beton magnetite menunjukkan performa shielding lebih baik
dibandingkan beton konvensional akibat densitas dan densitas elektron yang lebih
tinggi. WHA memiliki koefisien atenuasi tertinggi dan efisiensi ketebalan terbaik,
meskipun pada beberapa konfigurasi detektor muncul pengaruh radiasi sekunder
dan fenomena build-up. Secara keseluruhan, urutan efektivitas material shielding
pada penelitian ini adalah WHA > beton magnetite > beton konvensional.
Kata Kunci: shielding radiasi, LINAC 6 MV, Monte Carlo, MCNP, beton
magnetite, tungsten heavy alloy

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics
Depositing User: Yemima Laras Sekarsari
Date Deposited: 24 Jun 2026 04:09
Last Modified: 24 Jun 2026 04:09
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53685

Actions (login required)

View Item View Item