Wulan, Diva Faristha Nawang and Naryoso, Agus (2026) PENGUNGKAPAN DIRI DALAM HUBUNGAN ROMANTIS BARU PASCA KEKERASAN SEKSUAL NON-CONSENSUAL DISSEMINATION OF INTIMATE IMAGE. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_BAB I.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_BAB II.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_BAB V.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Diva Faristha Nawang Wulan_14040122130110_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kasus Non-Consensual Dissemination of Intimate Images (NCII) terus terjadi dalam beberapa
tahun terakhir dan menjadi salah satu bentuk kekerasan seksual yang banyak terjadi di ruang
digital. Serangkaian kasus mencatat pola yang serupa sebagai bentuk kontrol dan ancaman
sehingga dapat menciptakan trauma psikologis, penilaian negatif, dan hambatan dalam
berinteraksi. Berbeda dari penelitian terdahulu yang banyak pada perspektif hukum dan
psikologi serta kekerasan seksual secara umum, penelitian ini secara khusus mengkaji dari
perspektif ilmu komunikasi dan dalam konteks yang spesifik, yaitu NCII dan hubungan
romantis. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti proses pengungkapan diri dan pengelolaan
komunikasi oleh seorang penyintas NCII dalam hubungan romantis baru. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam yang melibatkan seorang penyintas NCII yang sedang menjalin
hubungan romantis baru. Data kemudian dianalisis menggunakan metode transendental yang
dikembangkan oleh Moustakas. Temuan menunjukkan bahwa pengungkapan diri terjadi secara
bertahap melalui evaluasi rasa aman dalam hubungan, kepercayaan, dan respons yang
diantisipasi dari pasangan. Informan juga secara selektif mengelola komunikasi dengan
mengendalikan isi informasi, waktu, dan tingkat kedalaman informasi untuk mengurangi risiko
penilaian negatif, penolakan, hingga ditinggalkan. Komunikasi tatap muka adalah bentuk
pengungkapan yang lebih disukai karena memungkinkan informan untuk secara langsung
mengamati reaksi pasangannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman traumatis
tidak mencegah informan untuk menjalin hubungan romantis baru, tetapi membentuk
pembentukan hubungan yang lebih selektif berdasarkan keamanan, kepercayaan, penerimaan,
dan pengelolaan privasi.
Kata Kunci: Non-Consensual Dissemination of Intimate Images, Komunikasi Interpersonal,
Self-Disclosure, Hubungan Romantis.
114 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:48 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:48 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53672 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
