Syahputra, Mochamad Fahrian (2026) PENGUJIAN KEKUATAN BENDING KOMPOSIT HIBRIDA SERAT DAUN NANAS-ARAMID DENGAN VARIASI SUSUNAN LAMINASI SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL GADING PERAHU NELAYAN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
1. FULL BAB FAHRIAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
2. COVER FAHRIAN.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text
3. BAB 1 FAHRIAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
4. BAB 2 FAHRIAN.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text
5. BAB 3 FAHRIAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB 4 FAHRIAN.pdf - Published Version Download (9MB) |
|
|
Text
7. BAB 5 FAHRIAN.pdf - Published Version Download (506kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR PUSTAKA FAHRIAN.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
9. LAMPIRAN FAHRIAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi susunan laminasi terhadap respons mekanis dan kekuatan bending komposit hibrida serat aramid dan serat daun nanas (Pineapple Leaf Fiber/PALF) berbasis resin polyester sebagai material alternatif gading perahu nelayan. Tiga konfigurasi laminasi dengan empat lapisan difabrikasi menggunakan metode hand lay-up, yaitu variasi A (ANAN), variasi B (ANNA), dan variasi C (NAAN). Pengujian bending dilakukan menggunakan metode three-point bending sesuai standar ISO 14125:1998 terhadap 12 spesimen berukuran 160 mm × 15 mm × 7 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposit hibrida menampilkan respons mekanis berupa daerah elastis, peningkatan tegangan hingga beban maksimum, dan kegagalan progresif, dengan rentang kekuatan lentur 68,8139,73 MPa dan modulus lentur 2,93–5,10 GPa. Variasi B (ANNA) menghasilkan kekuatan lentur rata-rata tertinggi sebesar 139,73 MPa dengan nilai maksimum 216,6 MPa, sedangkan variasi A (ANAN) menghasilkan modulus lentur rata-rata tertinggi sebesar 5,10 GPa. Variasi C (NAAN) menunjukkan performa terendah dengan kekuatan lentur rata-rata sebesar 68,8 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa penempatan serat aramid pada lapisan terluar lebih efektif dalam menahan tegangan lentur maksimum, sedangkan penempatan PALF pada lapisan terluar menurunkan kapasitas menahan beban lentur secara signifikan. Mode kegagalan yang dominan meliputi delamination, matrix cracking, dan fiber pull-out. Validasi terhadap persyaratan BKI Vol.XIV Tabel 2.5 untuk kategori CSM menunjukkan bahwa komposit yang dikembangkan memenuhi persyaratan minimum flexural strength sebesar 130 MPa, dengan capaian tertinggi 216,6 MPa atau 166,60% dari nilai minimum tersebut. Hasil penelitian membuktikan bahwa variasi susunan laminasi berpengaruh signifikan terhadap performa lentur komposit hibrida aramid–PALF, dengan konfigurasi ANNA sebagai susunan laminasi paling optimal dalam meningkatkan kekuatan bending.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komposit hibrida, susunan laminasi, kekuatan lentur, serat daun nanas, serat aramid |
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Ship Building |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 04:47 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 04:47 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53652 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
