Intansari, Wintya Nisrina and Hasfi, Nurul (2026) FRAMING PENYANDANG DISABILITAS PELAKU KRIMINAL DI MEDIA ONLINE. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_COVER.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (620kB) |
|
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_BAB I.pdf - Submitted Version Download (376kB) |
|
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_BAB II.pdf - Submitted Version Download (91kB) |
|
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (261kB) |
|
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_BAB V.pdf - Submitted Version Download (81kB) |
|
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (142kB) |
|
|
Text
Wintya Nisrina Intansari_14040122130086_LAMPIRAN.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (637kB) |
Abstract
Penulisan berita mengenai isu disabilitas telah diatur dalam Kode Etik Jurnalistik
dan Peraturan Dewan Pers. Akan tetapi, pada prakteknya ditemukan pemberitaan
dengan isu disabilitas yang tidak mengikuti pedoman. Fenomena terlihat pada
pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual dengan tersangka seorang
penyandang disabilitas (tunadaksa). Pemberitaan oleh Tribunnews.com mengenai
penyandang disabilitas yang terlibat kasus kriminal berpotensi membentuk persepsi
publik tertentu sekaligus memunculkan pelanggaran etika jurnalistik dalam proses
pemberitaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian
penyandang disabilitas pelaku kriminal serta mengidentifikasi pelanggaran etika
jurnalistik dalam pemberitaan di Tribunnews.com. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Zhongdang
Pan dan Gerald M. Kosicki. Subjek penelitian berupa teks berita mengenai
penyandang disabilitas pelaku kriminal I Wayan Agus Suartama atau IWAS yang
melakukan tindak kekerasan seksual di Nusa Tenggara Barat yang dipublikasikan
pada tanggal 9-17 Januari 2025 dengan tag “Agus Buntung” di media online
Tribunnews.com. Analisis dilakukan dengan melihat struktur sintaksis, skrip,
tematik, dan retoris untuk melihat bagaimana media membingkai penyandang
disabilitas pelaku kriminal dalam pemberitaan dan untuk mengidentifikasi
pelanggaran etika dengan menggunakan pedoman Kode Etik Jurnalistik Pasal 8 dan
Peraturan Dewan Pers Nomor 01/PERATURAN-DP/II/2021/ Tentang Pedoman
Pemberitaan Ramah Disabilitas. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan
terhadap 12 berita melalui, Tribunnews.com membingkai IWAS dalam empat
bentuk, yaitu IWAS sebagai seorang yang emosional; IWAS sebagai seorang yang
memiliki keterbatasan dalam beraktivitas; IWAS sebagai seorang kriminal yang
berbahaya karena telah melakukan tindak kekerasan seksual; dan IWAS sebagai
pihak yang renta, lemah, dan tidak dapat melindungi dirinya sendiri. Semua artikel
berita yang dianalisis juga melakukan pelanggaran etika dengan melanggar Kode
Etik Jurnalistik Pasal 8 serta melanggar lima dari tujuh poin (Poin 1, 2, 3, 4, dan 5)
Peraturan Dewan Pers Tentang Pedoman Pemberitaan Ramah Disabilitas. Mekipun
demikian, pemberitaan tetap bersifat informatif.
Kata kunci: framing, penyandang disabilitas pelaku kriminal, Kode Etik Jurnalistik
Pasal 8, Peraturan Dewan Pers Nomor 01/PERATURAN-DP/II/2021/,
Tribunnews.com
113 Ilmu Komunikasi 2026
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 06:44 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 06:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
