Zuliana, Salsa Nabila Isna (2026) Arahan Pengembangan Lokasi Industri di Kabupaten Pati. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Tugas Akhir_Salsa Nabila Isna Zuliana_40030622650040_PTRP 22.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (19MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER.pdf - Published Version Download (473kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Published Version Download (535kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Published Version Download (6MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Published Version Download (188kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf - Published Version Download (187kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Pembangunan sektor industri menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pati. Pengembangan industri perlu mempertimbangkan kemampuan lahan, ketersediaan lahan, daya dukung air, dan kesesuaian teknis agar pemanfaatan ruang tetap berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menentukan arahan pengembangan lokasi industri di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis yang digunakan meliputi analisis kemampuan lahan berdasarkan Satuan Kemampuan Lahan (SKL), limitasi lahan, daya dukung air, ketersediaan lahan, serta kesesuaian lokasi industri. Seluruh parameter dianalisis menggunakan metode overlay dan skoring. Kemudian dilakukan validasi menggunakan uji akurasi koefisien kappa dan ground check lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan lahan Kabupaten Pati didominasi kelas agak tinggi sebesar 44,95%, sedangkan wilayah dengan limitasi lahan mencapai 61% dan kondisi defisit daya dukung air sebesar 76,44%. Ketersediaan lahan untuk pengembangan industri mencapai 20.355,72 Ha atau sekitar 13% dari luas wilayah, sementara hasil kesesuaian lokasi industri didominasi kelas cukup sesuai sebesar 62,69%. Arahan pengembangan lokasi industri menghasilkan luas total 1.463,327 Ha yang terdiri atas arahan Industri Kecil dan Menengah (IKM) seluas 1.018,903 Ha (69,63%) dan kawasan industri seluas 444,424 Ha (30,37%). Hasil analisis menunjukkan seluas 447,467 Ha berada di dalam Kawasan Peruntukan Industri (KPI) RTRW sehingga diprioritaskan untuk pengembangan, sedangkan 1.015,860 Ha berada di luar KPI RTRW dan berpotensi menjadi area ekspansi kawasan industri pada masa mendatang. Berdasarkan analisis spasial, Kecamatan Trangkil, Margorejo, dan Margoyoso ditetapkan sebagai hierarki prioritas tertinggi pengembangan industri. Selain itu, pengembangan lokasi industri diestimasi memiliki potensi maksimum penyerapan tenaga kerja sebesar 386.948 jiwa. Hasil validasi menunjukkan overall accuracy sebesar 94,44%, koefisien kappa sebesar 93,95%, dan uji ground check memperoleh tingkat akurasi sebesar 100%.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Daya Dukung Air, Industri, Kemampuan Lahan, Ketersediaan Lahan, Sistem Informasi Geografis |
| Subjects: | Engineering Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 07:06 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 07:06 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53484 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
