Athira, Syakira Zahra and Setiadi, Agus and Sekarnurani, Dinda Ayu (2026) ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN RISIKO HARGA JUAL CABAI RAWIT DI KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
|
Text
SKRIPSI_Syakira Zahra A_cover-daftar lampiran.pdf Download (447kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_Syakira Zahra Athira_bab1.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_Syakira Zahra Athira_bab2.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_Syakira Zahra Athira_bab3.pdf Restricted to Repository staff only Download (382kB) | Request a copy |
|
|
Text
SKRIPSI_Syakira Zahra Athira_bab4.pdf Restricted to Repository staff only Download (490kB) | Request a copy |
|
|
Text
SKRIPSI_Syakira Zahra Athira_bab5.pdf Restricted to Repository staff only Download (175kB) | Request a copy |
|
|
Text
SKRIPSI_Syakira Zahra Athira_dapus-riwayat hidup.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Budidaya cabai rawit di Kabupaten Magelang menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat stabilitas pendapatan petani, termasuk risiko produksi dan fluktuasi harga, terutama pada musim panen puncak ketika pasokan cabai rawit di pasar meningkat secara signifikan.
Tujuan: Menganalisis risiko produksi dan risiko harga jual budidaya cabai rawit di Kecamatan Secang dan Grabag, Kabupaten Magelang, dan merumuskan strategi mitigasi risiko produksi dan harga jual cabai rawit yang dapat diterapkan oleh petani di daerah penelitian.
Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini dilakukan dari Oktober hingga November 2025 di Kabupaten Magelang, dengan sampel 211 petani cabai rawit dan lima informan kunci. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan analisis Koefisien Variasi (CV) dan House of Risk (HOR).
Temuan/Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko produksi cabai rawit di Kabupaten Secang dan Grabag diklasifikasikan sebagai sangat tinggi dengan nilai KV sebesar 107,94% dan 82,24%; risiko harga cabai rawit di Kecamatan Secang dan Kecamatan Grabag tergolong tinggi dengan nilai KV sebesar 12,29%,; dan berdasarkan analisis HOR, sumber prioritas risiko produksi meliputi pola cuaca ekstrem (ARP 883,20) dan serangan hama dan penyakit (ARP 847,44), sedangkan dalam aspek harga meliputi musim panen serentak (ARP 402,36), ketidakstabilan kualitas produk (ARP 301,24), dan ketergantungan pada satu pembeli atau pengumpul (ARP 265,60).
Kesimpulan: Budidaya cabai rawit di Kabupaten Secang dan Grabag menghadapi risiko produksi yang sangat tinggi, dengan risiko yang lebih besar di Secang, sedangkan risiko harga relatif lebih rendah tetapi tetap berdampak pada pendapatan; Risiko produksi dipengaruhi oleh cuaca, hama, dan teknik budidaya, sedangkan risiko harga dipicu oleh panen serentak, kualitas produk, dan ketergantungan pada satu pembeli.
Orisinalitas/nilai (Studi terkini): Studi ini memberikan bukti komparatif tentang risiko produksi dan risiko harga antara dua kecamatan dan merumuskan strategi mitigasi risiko di Kabupaten Magelang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | cabai rawit, risiko produksi, dan risiko harga |
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | User Agribisnis |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 07:35 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 07:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53405 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
