CAELI, ANABELLE REGINA and Roisah, Kholis and Susetyorini, Peni (2026) PERTANGGUNGJAWABAN NEGARA ATAS EKSEKUSI DAN LEGALITAS PENUTUPAN KONSULAT ASING: STUDI KASUS IRAN DAN JERMAN PADA TAHUN 2024. _020 HI 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
ANABELLE REGINA CAELI_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (450kB) |
|
|
Text
ANABELLE REGINA CAELI_ABSTRAK.pdf Download (101kB) |
|
|
Text
ANABELLE REGINA CAELI_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (199kB) |
|
|
Text
ANABELLE REGINA CAELI_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (318kB) |
|
|
Text
ANABELLE REGINA CAELI_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (376kB) |
|
|
Text
ANABELLE REGINA CAELI_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (118kB) |
|
|
Text
ANABELLE REGINA CAELI_DAFPUS.pdf Download (171kB) |
Abstract
Pertanggungjawaban negara atas eksekusi dan tindakan penutupan perwakilan konsuler asing merupakan isu kompleks dalam hubungan internasional. Kasus penutupan Konsulat Iran oleh Pemerintah Jerman yang dilatarbelakangi oleh eksekusi mati terhadap Jamshid Sharmahd, warga negara ganda Iran dan Jerman, menggambarkan kompleksitas dan pertentangan antara kedaulatan negara dan kewajiban negara internasional, khususnya terkait perlindungan hak asasi manusia dan hubungan diplomatik dan konsuler.
Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu kesesuaian tindakan eksekusi terhadap Jamshid Sharmahd oleh Pemerintah Iran dengan prinsip kedaulatan hukum dan prinsip pertanggungjawaban negara dan legalitas tindakan Pemerintah Jerman dalam menutup Konsulat Iran berdasarkan prinsip-prinsip hukum diplomatik dan konsuler. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum normatif dan spesifikasi deskriptif analitis. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif berdasarkan ketentuan serta prinsip hukum internasional yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan perspektif negara Iran dan Jerman terhadap kedaulatan negara dan kewajiban internasional. Iran menempatkan kedaulatan negara dan yurisdiksi teritorial sebagai dasar utama penegakan hukum nasional sehingga tidak menimbulkan pertanggungjawaban negara, sementara itu Jerman menegaskan bahwa kedaulatan negara harus dilaksanakan sesuai dengan kewajiban internasional dan penegakan HAM sehingga pelanggaran tersebut dapat menimbulkan pertanggungjawaban negara. Legalitas penutupan konsulat Iran oleh Jerman dapat dibenarkan sebagai pelaksanaan kedaulatan negara penerima dan bentuk retorsi dalam hukum diplomatik dan konsuler, sepanjang memenuhi syarat legalitas dan proporsionalitas. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara kedaulatan negara dan kepatuhan terhadap hukum internasional dalam praktik hubungan diplomatik dan konsuler.
Kata Kunci: Kedaulatan Negara, Pertanggungjawaban Negara, Penutupan Konsulat, Mandatory Access Consuler Notification
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kedaulatan Negara, Pertanggungjawaban Negara, Penutupan Konsulat, Mandatory Access Consuler Notification |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:02 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 03:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53390 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
