Kresnanda, khairunnisa ayu and Ngestiningsih, Dwi and Suharti, Catharina (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SARKOPENIA PADA LANSIA DENGAN KANKER KOLON STADIUM III – IV YANG MENJALANI KEMOTERAPI 12 SIKLUS DENGAN REGIMEN FOLFOX DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG. Masters thesis, universitas diponegoro.
|
Text (KHAIRUNNISA AYU - 22040123720008 - TESIS - ABSTRAK)
KHAIRUNNISA AYU- 22040123720008-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (117kB) |
Abstract
Latarbelakang: Sarkopenia merupakan kondisi kehilangan massa dan fungsi otot yang sering terjadi pada pasien lanjut usia, terutama pada penderita kanker kolon yang menjalani kemoterapi. Sarkopenia berhubungan dengan peningkatan toksisitas terapi, penurunan kualitas hidup, serta mortalitas yang lebih tinggi. Hingga saat ini, data mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sarkopenia pada pasien lansia dengan kanker kolon di Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sarkopenia pada pasien lanjut usia dengan kanker kolon stadium III–IV yang menjalani kemoterapi 12 siklus dengan regimen FOLFOX.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 58 pasien lansia (≥60 tahun) dengan kanker kolon stadium III–IV yang telah menyelesaikan 12 siklus kemoterapi FOLFOX di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Data diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan klinis. Sarkopenia dinilai berdasarkan kriteria Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) 2019 menggunakan pemeriksaan bioelectrical impedance analysis (BIA), handgrip strength, dan 5-time chair stand test. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk data kategorik dan uji Mann-Whitney untuk data numerik, dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil: Sebanyak total 74,1% pasien mengalami sarkopenia. Status gizi menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian sarkopenia (p=0,021), di mana seluruh pasien dengan status underweight dan overweight mengalami sarkopenia. Usia juga berhubungan secara signifikan dengan kejadian sarkopenia (p=0,018), dengan rerata usia lebih tinggi pada kelompok sarkopenia. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=0,858), hipertensi (p=0,561), diabetes melitus (p=0,621), osteoartritis (p=0,213), maupun keberadaan komorbid (p=0,900) dengan kejadian sarkopenia. Analisis multivariat OA dan kategori usia yang berpengaruh terhadap kejadian sarkopeni. Dengan memperhitungkan variable OA, kategori usia pasien dengan usia lebih 62,5 memiliki risiko 14,4x untuk mengalami sarkopeni daripada yang kurang dari 62,5 (OR 14,4, 95% CI 2,8-74,2).
Kesimpulan: Status gizi dan usia merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian sarkopenia pada pasien lanjut usia dengan kanker kolon yang menjalani kemoterapi FOLFOX. Identifikasi dini dan intervensi terhadap faktor-faktor tersebut penting untuk mencegah dan mengurangi dampak sarkopenia pada pasien geriatri onkologi.
Katakunci: sarkopenia, kanker kolon, lansia, kemoterapi FOLFOX, status gizi
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sarkopenia, kanker kolon, lansia, kemoterapi FOLFOX, status gizi |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 08:31 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 08:31 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53286 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
