PASARIBU, ABEL NATHANIEL and Irawati, Irawati and Muhyidin, Muhyidin (2026) PERLINDUNGAN HUKUM BERUPA HAK CIPTA TERHADAP KARYA ASLI YANG DIJADIKAN ACUAN OLEH ARTIFICIAL INTELLIGENCE BERDASARKAN TEORI THE CHINESE ROOM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014. _084 DG 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
ABEL NATHANIEL PASARIBU_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
ABEL NATHANIEL PASARIBU_ABSTRAK.pdf Restricted to Repository staff only Download (108kB) |
|
|
Text
ABEL NATHANIEL PASARIBU_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (430kB) |
|
|
Text
ABEL NATHANIEL PASARIBU_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (398kB) |
|
|
Text
ABEL NATHANIEL PASARIBU_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (558kB) |
|
|
Text
ABEL NATHANIEL PASARIBU_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (137kB) |
|
|
Text
ABEL NATHANIEL PASARIBU_DAFPUS.pdf Download (139kB) |
Abstract
Perkembangan Artificial Intelligence memungkinkan sistem menghasilkan karya seperti tulisan, gambar, dan musik, namun pada dasarnya Artificial Intelligence tidak memiliki pemahaman seperti manusia, melainkan hanya memproses simbol berdasarkan data pelatihan. Hal ini sejalan dengan teori The Chinese Room, yang menunjukkan bahwa output Artificial Intelligence bergantung pada dataset yang sebagian besar berasal dari karya manusia, sehingga menimbulkan permasalahan hukum terkait perlindungan hak cipta dan pertanggungjawaban atas hasil yang dihasilkan.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah perlindungan hukum terhadap karya cipta yang digunakan sebagai dataset Artificial Intelligenceserta pertanggungjawaban hukum atas output yang dihasilkan Artificial Intelligence. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus, dengan mengkaji Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta membandingkannya dengan Copyright Law of the United States dan EU AI Act. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan karya cipta sebagai dataset Artificial Intelligence berpotensi melanggar hak ekonomi pencipta apabila dilakukan tanpa izin, sementara pengaturan di Indonesia belum secara spesifik mengatur hal tersebut sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Selain itu, Artificial Intelligence tidak dapat dianggap sebagai subjek hukum, sehingga pertanggungjawaban tetap berada pada manusia, baik pengembang maupun pengguna. Pendekatan internasional menekankan pentingnya transparansi dan konsep fair use, sehingga diperlukan pengaturan yang lebih jelas dan adaptif untuk menjamin keseimbangan antara perlindungan hak cipta dan perkembangan teknologi Artificial Intelligence.
Kata Kunci: Hukum Kekayaan Intelektual; Hak Cipta; Perlindungan Hak Cipta; Kecerdasan Buatan; Dataset Pelatihan; The Chinese Room;
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Kekayaan Intelektual; Hak Cipta; Perlindungan Hak Cipta; Kecerdasan Buatan; Dataset Pelatihan; The Chinese Room; |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:13 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 04:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53227 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
