KIRANA, AUDY SASI (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STRES KERJA PADA PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KAJEN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO AUDY.pdf - Published Version Download (418kB) |
Abstract
Era globalisasi menuntut peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan di rumah sakit, termasuk perawat yang memiliki tanggung jawab tinggi sehingga rentan mengalami stres kerja, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi 24 jam dengan kondisi kerja yang dinamis. Hal ini didukung data National Association of Safety Professionals menempatkan perawat sebagai profesi dengan tingkat stres tertinggi dari 40 pekerjaan yang diidentifikasi dan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tahun 2021 bahwa sekitar 50,9% perawat di Indonesia mengalami stres kerja. Stres kerja dipengaruhi oleh faktor lingkungan, organisasi (seperti beban kerja mental), serta faktor individu seperti karakteristik individu dan konflik peran ganda. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, dan masa kerja), beban kerja mental, dan konflik peran ganda terhadap stres kerja pada perawat Instalasi Gawat Darurat RSUD Kajen. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional serta pengumpulan data menggunakan angket. Populasi penelitian mencakup seluruh perawat Instalasi Gawat Darurat RSUD Kajen sejumlah 26 perawat. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi angket Nursing Stress Scale (NSS) guna mengukur stres kerja, NASA-TLX guna mengukur beban kerja mental, dan Work-Family Conflict Scale (WAFCS) guna mengukur konflik peran ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat Instalasi Gawat Darurat berada pada tingkat stres kerja sedang (53.8%), beban kerja mental sedang dan berat (42.3%), dan konflik peran ganda sangat rendah (80.8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja mental dengan stres kerja (p=0.015). Sebaliknya, usia (p=0.716), jenis kelamin (0.716), masa kerja (p=1.000), dan konflik peran ganda (p=0.269) tidak berhubungan dengan stres kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa tuntutan pekerjaan lebih berkontribusi dibandingkan faktor individu.
Kata kunci : Stres Kerja, Karakteristik Individu, Beban Kerja Mental, Konflik Peran Ganda
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 01:32 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 01:32 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53224 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
