Yoshiko, Ciwi and HARIOSENO, HERI NUGROHO (2026) NILAI PREDIKTIF CYSTATIN-C SEBAGAI BIOMARKER DISFUNGSI KARDIAK PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN FUNGSI TIROID DI RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI SEMARANG. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK THESIS CIWI)
ABSTRAK CIWI INDONESIA.pdf Download (268kB) |
Abstract
Latar Belakang: Gangguan fungsi tiroid berhubungan dengan perubahan struktur dan fungsi kardiovaskular yang dapat berkembang menjadi disfungsi kardiak. Keterbatasan ketersediaan ekokardiografi sebagai modalitas baku mendorong pencarian biomarker alternatif. Cystatin-C, selain sebagai biomarker fungsi ginjal, diketahui berperan dalam proses inflamasi, remodeling miokard, dan progresivitas penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi nilai prediktif Cystatin-C sebagai biomarker disfungsi kardiak pada pasien dengan gangguan fungsi tiroid.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada pasien hipotiroidisme dan hipertiroidisme di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kadar Cystatin-C diperiksa menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Disfungsi kardiak ditentukan berdasarkan perubahan struktur dan/atau fungsi jantung melalui pemeriksaan ekokardiografi. Analisis statistik meliputi uji Chi-square atau Fisher Exact, prevalence ratio (PR), serta analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC).
Hasil: Pada kelompok hipotiroidisme, kadar Cystatin-C ≥734 mg/L berhubungan dengan peningkatan risiko disfungsi kardiak hampir dua kali lipat (PR 1,97; IK95% 1,13–3,43; p=0,050), dengan sensitivitas 37,5% dan spesifisitas 92,86%. Pada kelompok hipertiroidisme, hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik (PR 1,50; IK95% 0,85–2,64; p=0,260), dengan sensitivitas 50% dan spesifisitas 75%. Analisis keseluruhan menunjukkan titik potong optimal Cystatin-C ≥735,5 mg/L dengan sensitivitas 23,5%, spesifisitas 88,5%, indeks Youden 0,120, dan AUC 0,497.
Simpulan: Cystatin-C menunjukkan spesifisitas yang baik dalam mengidentifikasi disfungsi kardiak, terutama pada pasien hipotiroidisme. Meskipun kemampuan diskriminatif keseluruhannya masih terbatas, Cystatin-C berpotensi digunakan sebagai biomarker pendukung dalam skrining dan stratifikasi risiko kardiovaskular pada pasien dengan gangguan fungsi tiroid.
Kata kunci: Cystatin-C, disfungsi kardiak, gangguan fungsi tiroid, hipotiroidisme, nilai prediktif, ROC.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cystatin-C, disfungsi kardiak, gangguan fungsi tiroid, hipotiroidisme, nilai prediktif, ROC. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:57 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:57 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53212 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
