Search for collections on Undip Repository

ANALISIS PERBANDINGAN ALAT SKRINING TIMED UP AND GO TEST DENGAN ALAT SKRINING LAIN DALAM MEMPREDIKSI KEJADIAN JATUH PADA LANJUT USIA DI KOMUNITAS

Nugraha, Noven Afiyata and Mupangati, Yudo Murti and Suhartono, Suhartono and Farhanah, Nur (2026) ANALISIS PERBANDINGAN ALAT SKRINING TIMED UP AND GO TEST DENGAN ALAT SKRINING LAIN DALAM MEMPREDIKSI KEJADIAN JATUH PADA LANJUT USIA DI KOMUNITAS. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-TESIS] Text (ABSTRAK-TESIS)
abstrak tesis noven.pdf

Download (185kB)

Abstract

Latar Belakang : Insiden jatuh pada lansia merupakan sindrom geriatri kompleks yang seringkali berakibat pada morbiditas tinggi, dan umumnya dipicu oleh penurunan kapasitas intrinsik multidimensional. Belum tersedianya alat skrining komprehensif di lansia komunitas Indonesia, mendorong perlunya dilakukan analisis lebih lanjut terhadap kemampuan alat skrining tunggal maupun kombinasi dalam yang memprediksi kejadian jatuh
Tujuan: menganalisis akurasi prediktif dari kombinasi alat skrining terintegrasi Timed Up and Go (TUG), Functional Gait Assessment (FGA), Montreal Cognitive Assessment Indonesia (MoCA-INA), Falls Efficacy Scale-International (FES-I), dan Short Form-12 (SF-12) dibandingkan dengan penggunaan instrumen tunggal dalam memprediksi kejadian jatuh.
Metode: Studi kohort prospektif dilakukan selama 3 bulan pada 281 subjek, di Posyandu Lansia 11 kecamatan Kota Semarang.
Hasil: Prevalensi kejadian jatuh sebesar 30,2%, yang terbagi berdasarkan Hopkins Fall Grading Scale (HFGS) Grade 1 (16,5%), Grade 2 (12,5%), Grade 3 (1,4%), dan Grade 4 (0,4%). Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara usia > 80 tahun (RR 2,337;p=0,005), Usia 70-79 tahun (RR 1,762; p=0,002), riwayat jatuh sebelumnya (RR=2,936; p<0,001), penggunaan alat bantu jalan (RR=2,329; p=0,002), komorbiditas ringan (RR=1,562; p=0,04), polifarmasi (RR=2,258; p=0,004) dan tingkat ketergantungan ringan pada aktivitas fisik (RR=2,533; p=0,002) dengan kejadian jatuh. Sebaliknya, jenis kelamin (p=0,744), status nutrisi (p=0,051), dan gangguan penglihatan (p=0,607) tidak menunjukkan dampak statistik yang signifikan. Analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) mengonfirmasi bahwa penggunaan instrumen tunggal memiliki akurasi yang moderat hingga lemah, dengan nilai AUC tertinggi pada FGA (0,843) dan terendah pada SF-12 MCS (0,488). Kombinasi TUG, FGA dan Polifarmasi merupakan model terbaik dengan AUC 0,914 (outstanding) dan Nagelkerke R Square 0,644.
Kesimpulan : TUG, FGA dan Polifarmasi secara bersamaan dapat memprediksi kejadian jatuh dalam 3 bulan di komunitas dengan nilai performa terbaik.
Kata Kunci: Jatuh, Lansia, Alat Skrining

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Jatuh, Lansia, Alat Skrining
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 22 Jun 2026 07:14
Last Modified: 22 Jun 2026 07:14
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53210

Actions (login required)

View Item View Item