Putri, Silvy Sri Aulia and Gumay, Ainun Rahmasari (2026) Hubungan antara Penggunaan Media Sosial dengan Tingkat Kelelahan Mental pada Remaja (Studi Belah Lintang pada Mahasiswa Kedokteran UNDIP). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK-KTI.pdf Download (331kB) |
Abstract
Latar Belakang: Aktivitas penggunaan media sosial yang intens dan paparan informasi yang terus-menerus dapat meningkatkan beban kognitif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan media sosial lebih dari 2 jam per hari berhubungan dengan peningkatan risiko kelelahan mental atau burnout. Namun, perbedaan karakteristik antarplatform, seperti TikTok dan X, memungkinkan adanya variasi dampak terhadap burnout, sehingga hubungan tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat burnout pada mahasiswa kedokteran Universitas Diponegoro, serta membandingkan pengaruh penggunaan TikTok dan X dan mengevaluasi faktor karakteristik responden.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 40 mahasiswa kedokteran. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, yaitu Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Variabel lain meliputi jenis kelamin, status ekonomi, kualitas tidur (PSQI), dan IPK. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial secara umum dengan tingkat burnout (r = 0,129; p = 0,427). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara durasi penggunaan TikTok (r = 0,189; p = 0,243) maupun X (r = 0,057; p = 0,728) dengan tingkat burnout. Tidak terdapat perbedaan tingkat burnout antara pengguna TikTok dan X. Variabel jenis kelamin, status ekonomi, kualitas tidur, dan IPK juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Mayoritas responden memiliki kualitas tidur yang buruk (80%), dengan sebagian besar responden burnout pada tingkat ringan dan hanya satu responden yang mengalami burnout tinggi.
Kesimpulan: Durasi penggunaan media sosial tidak berhubungan signifikan dengan tingkat burnout.
Kata kunci: burnout, mahasiswa kedokteran, media sosial, TikTok, X
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Burnout, Mahasiswa kedokteran, Media sosial, Tiktok, X |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 08:33 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 08:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53065 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
