Search for collections on Undip Repository

TINJAUAN TENTANG KEKUATAN PEMBUKTIAN REKAMAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (Studi Putusan Pengadilan Negeri Garut Nomor 195/Pid.Sus/2025/PN Grt). _040 Acara 2026

GHANI, FILDZAH SHAFA and Cahyaningtyas, Irma and Sukinta, Sukinta (2026) TINJAUAN TENTANG KEKUATAN PEMBUKTIAN REKAMAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (Studi Putusan Pengadilan Negeri Garut Nomor 195/Pid.Sus/2025/PN Grt). _040 Acara 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Fildzah Shafa Ghani-cover.pdf] Text
Fildzah Shafa Ghani-cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (409kB)
[thumbnail of Fildzah Shafa Ghani-abstrak.pdf] Text
Fildzah Shafa Ghani-abstrak.pdf

Download (88kB)
[thumbnail of Fildzah Shafa Ghani-bab 1.pdf] Text
Fildzah Shafa Ghani-bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (312kB)
[thumbnail of Fildzah Shafa Ghani-bab 2.pdf] Text
Fildzah Shafa Ghani-bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (234kB)
[thumbnail of Fildzah Shafa Ghani-bab 3.pdf] Text
Fildzah Shafa Ghani-bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (385kB)
[thumbnail of Fildzah Shafa Ghani-bab 4.pdf] Text
Fildzah Shafa Ghani-bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (99kB)
[thumbnail of Fildzah Shafa Ghani-dapus.pdf] Text
Fildzah Shafa Ghani-dapus.pdf

Download (167kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan pembuktian dalam tindak pidana kekerasan seksual yang umumnya terjadi tanpa kehadiran saksi langsung dan berlangsung di ruang tertutup, sehingga memerlukan dukungan alat bukti elektronik seperti rekaman closed circuit television (CCTV). Meskipun secara normatif bukti elektronik telah diakui dalam hukum acara pidana Indonesia, dalam praktiknya masih terdapat ketidakjelasan mengenai kedudukan dan kekuatan pembuktian rekaman CCTV, khususnya apakah dapat berdiri sendiri atau harus didukung oleh alat bukti lain, mengingat rekaman CCTV berpotensi direkayasa atau
dimanipulasi sehingga memerlukan keterangan ahli untuk menilai keasliannya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan alat bukti elektronik dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia serta kekuatan pembuktian rekaman CCTV dalam tindak pidana kekerasan seksual pada Putusan Pengadilan Negeri Garut Nomor 195/Pid.Sus/2025/PN Grt. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum doktrinal dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai alat bukti elektronik telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang bersifat khusus, kemudian dipertegas melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dalam putusan yang dikaji, rekaman CCTV dapat memiliki kekuatan pembuktian apabila didukung oleh keterangan ahli yang menyatakan bahwa rekaman tersebut autentik dan tidak mengalami manipulasi dan hadirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) semakin memperkuat kedudukan rekaman CCTV dalam sistem pembuktian.
Kata Kunci: Kekuatan Pembuktian, Alat Bukti Elektronik, Rekaman CCTV, Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kekuatan Pembuktian, Alat Bukti Elektronik, Rekaman CCTV, Tindak Pidana Kekerasan Seksual
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 18 Jun 2026 07:59
Last Modified: 18 Jun 2026 07:59
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53059

Actions (login required)

View Item View Item