Dwi Amila, Fransiska (2026) ANALISIS PENANGANAN KETERLAMBATAN PENGIRIMAN BARANG EKSPOR DENGAN METODE FISHBONE DIAGRAM DALAM MENINGKATKAN KINERJA OPERASIONAL PT LINK PASIPIK INDONUSA DI SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Full TA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER 2.pdf - Published Version Download (652kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Published Version Download (358kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Published Version Download (782kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (363kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 (2).pdf - Published Version Download (783kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Published Version Download (235kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf - Published Version Download (253kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK
Keterlambatan pengiriman barang ekspor merupakan salah satu permasalahan operasional yang dapat memengaruhi kualitas layanan, kepuasan pelanggan, serta daya saing perusahaan jasa logistik. PT Link Pasipik Indonusa Semarang sebagai perusahaan freight forwarding masih mengalami keterlambatan pengiriman barang ekspor secara konsisten selama tahun 2025 dengan rata-rata persentase keterlambatan sebesar 28,04% per kuartal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya hambatan operasional yang perlu dianalisis lebih lanjut agar kinerja operasional perusahaan dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor penyebab keterlambatan pengiriman barang ekspor menggunakan metode Fishbone Diagram serta menganalisis upaya penanganan yang dilakukan Perusahaan dalam meningkatkan kinerja operasional. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap tiga informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, serta dokumentasi. Analisis Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab keterlambatan berdasarkan kategori manusia (man), metode (Method), mesin (Machine), material (material), dan lingkungan (Environment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia menjadi
penyebab utama keterlambatan pengiriman barang ekspor, terutama karena praktik double job, keterbatasan jumlah personel, serta kurang optimalnya koordinasi kerja. Faktor metode juga menjadi penyebab yang dominan, ditandai dengan belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis sebagai pedoman kerja operasional. Upaya penanganan yang dilakukan perusahaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi operasional. Namun, pelaksanaannya belum berjalan optimal karena belum adanya SOP yang terstandarisasi dan sistem pengendalian operasional yang konsisten. Penelitian ini menghasilkan rancangan SOP Manajemen Risiko Keterlambatan Pengiriman Barang Ekspor sebagai solusi terapan yang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menstandarisasi proses kerja, meningkatkan koordinasi antarbagian, meminimalkan risiko keterlambatan, serta meningkatkan kinerja operasional perusahaan secara lebih efektif dan efisien.
Kata Kunci: Keterlambatan Pengiriman Ekspor, Fishbone Diagram, Kinerja Operasional, Freight forwarding , Standar Operasional Prosedur
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keterlambatan Pengiriman Ekspor, Fishbone Diagram, Kinerja Operasional, Freight forwarding , Standar Operasional Prosedur |
| Subjects: | Economics and Business > Management |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Management |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 07:19 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 07:19 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/53024 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
