Fatihah, Yasmine Deha and Solikhah, Maula Mar'atus (2026) Penggunaan Stress Ball terhadap Nyeri Selama Sharp Debridement pada Diabetic Foot Ulcer (DFU): Studi Kasus. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020125210064_Yasmine Deha Fatihah_KIAN Lengkap.pdf Restricted to Registered users only Download (796kB) |
Abstract
Pendahuluan: Diabetic foot ulcer (DFU) merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang sering memerlukan tindakan sharp debridement sebagai bagian dari perawatan luka. Prosedur ini dapat menimbulkan nyeri yang mengganggu kenyamanan pasien dan berpotensi memengaruhi kepatuhan terhadap perawatan. Stress ball merupakan intervensi nonfarmakologis yang bekerja melalui mekanisme distraksi dan gate control untuk membantu mengurangi nyeri prosedural. Tujuan: Studi ini bertujuan menganalisis penerapan stress ball terhadap nyeri prosedural selama sharp debridement pada pasien DFU. Tiga klien dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria inklusi usia minimal 18 tahun, diagnosis DFU Wagner Grade 1-5, skor nyeri minimal 1 pada Visual Analogue Scale (VAS), tidak mengalami gangguan pada ekstremitas atas, dan bersedia berpartisipasi. Klien yang menerima analgesik opioid, anestesi lokal, atau nerve block dieksklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan VAS sebelum, selama menit kesepuluh, dan setelah prosedur. Kasus: Ketiga klien berjenis kelamin perempuan. Klien pertama berusia 34 tahun dengan Wagner Grade 1 menunjukkan skor VAS meningkat dari 1 menjadi 2 selama prosedur dan turun menjadi 0 setelah tindakan. Klien kedua berusia 52 tahun dengan Wagner Grade 3 mengalami peningkatan skor VAS dari 3 menjadi 7 selama prosedur dan menjadi 5 setelah tindakan, disertai kondisi fisik yang lemah dan penggunaan stress ball yang tidak konsisten. Klien ketiga berusia 48 tahun dengan Wagner Grade 2 menunjukkan penurunan skor VAS dari 3 menjadi 2 selama dan setelah prosedur. Simpulan: Penerapan stress ball menunjukkan hasil yang bervariasi pada ketiga klien. Intervensi ini berpotensi membantu mengurangi nyeri selama sharp debridement, terutama pada klien dengan kondisi fisik yang baik, tingkat keparahan luka yang lebih rendah, dan penggunaan stress ball yang konsisten. Stress ball dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping dalam manajemen nyeri prosedural pada pasien DFU.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | debridement, diabetic foot, pain management, pain measurement, procedural pain |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 08:59 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 08:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52917 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
