Ajaba, Kana Amruha and Widyastuti, Rita Hadi and Rachma, Nurullya (2026) Mengatasi Fear of Missing Out (FOMO) Melalui Expressive Writing: Studi Kasus pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Semarang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020125210084_Kana Amruha Ajaba_KIAN Profesi Ners_Halaman Depan.pdf Download (439kB) |
|
|
Text
22020125210084_Kana Amruha Ajaba_KIAN Profesi Ners_Full Lengkap.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
22020125210084_Kana Amruha Ajaba_KIAN Profesi Ners_Daftar Pustaka.pdf Download (77kB) |
Abstract
Perkembangan media sosial yang pesat memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang semakin umum dialami oleh remaja, terutama siswa sekolah menengah, dan berdampak pada menurunnya kesejahteraan psikologis serta meningkatnya kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman siswa sekolah menengah dalam menghadapi FOMO serta mengetahui bagaimana intervensi expressive writing membantu mereka mengelola emosi dan mengurangi kecemasan sosial. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan tiga partisipan yang dipilih secara purposive sampling dari sekolah menengah di Semarang berdasarkan skor FOMO kategori sedang hingga tinggi. Intervensi expressive writing dilaksanakan selama empat sesi dalam empat hari berturut-turut, masing-masing berdurasi 30-45 menit, dengan fokus pada eksplorasi pengalaman FOMO, identifikasi pikiran negatif, refleksi diri dan regulasi emosi, serta evaluasi strategi koping adaptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Fear of Missing Out Scale (FoMOS) yang telah diadaptasi dan divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor FOMO pada ketiga partisipan setelah intervensi, dengan penurunan paling konsisten pada indikator ketidaknyamanan kehilangan interaksi sosial. Partisipan juga menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali pikiran negatif, melakukan refleksi diri, dan mengembangkan strategi koping yang lebih adaptif. Intervensi expressive writing terbukti efektif membantu remaja dalam mengekspresikan emosi, merefleksikan pengalaman FOMO, dan membangun penerimaan diri yang lebih baik. Simpulan penelitian ini adalah expressive writing merupakan intervensi yang sederhana, mudah diterapkan, dan efektif dalam menurunkan tingkat FOMO serta mendukung kesehatan mental remaja di era digital.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fear of Missing Out (FOMO), Remaja, Expressive Writing |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 08:59 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 08:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52916 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
