Search for collections on Undip Repository

TINJAUAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL TERKAIT PENGHANCURAN BENDA-BENDA BUDAYA DI KOTA KUNO NIMRUD DALAM KONFLIK BERSENJATA YANG DILAKUKAN OLEH ISIS. _074 HI 2019

WIENNATA, VINCENT ADRIAN and Setiyono, Joko and Supriyadhie, Kabul (2019) TINJAUAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL TERKAIT PENGHANCURAN BENDA-BENDA BUDAYA DI KOTA KUNO NIMRUD DALAM KONFLIK BERSENJATA YANG DILAKUKAN OLEH ISIS. _074 HI 2019. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-cover.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (315kB)
[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-abstrak.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-abstrak.pdf

Download (41kB)
[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 1.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (179kB)
[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 2.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (236kB)
[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 3.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (99kB)
[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 4.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (589kB)
[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 5.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (56kB)
[thumbnail of 74_Vincent Adrian Wiennata_-dapus.pdf] Text
74_Vincent Adrian Wiennata_-dapus.pdf

Download (98kB)

Abstract

Sejak pertengahan tahun 2014 silam ISIS melakukan tindakan
penghancuran terhadap tempat-tempat bersejarah di Irak. Diantara tempat-tempat bersejarah tersebut kota kuno Nimrud pun menjadi sasaran dari kebrutalan ISIS. Kota kuno Nimrud dinilai sebagai warisan sejarah kuno yang paling penting di Irak sekaligus merupakan salah satu situs bersejarah paling awal bagi peradaban dunia.Di dalamnya terdapat benda-benda budaya yang tidak ternilai
harganya bagi umat manusia.Benda-benda budaya tersebut kemudian dihancurkan oleh ISIS dengan alasan bahwa benda-benda budaya tersebut merupakan sarana berhala dan berbuat dosa. Hukum humaniter internasional memberikan perlindungan bagi benda budaya pada masa konflik bersenjata melalui perangkat
perjanjian internasionalnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum humaniter internasional terkait penghancuran benda-benda budaya di kota kuno Nimrud dalam konflik bersenjata yang dilakukan oleh ISIS dan bagaimana upaya serta pengaturan hukum humaniter internasional untuk menyelesaikan kasus ini. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis-normatif, dengan
spesifikasi penelitian bersifat deskriptif-analitis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan meneliti data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa hukum
humaniter internasional memiliki arti penting terhadap kelestarian benda-benda budaya dengan adanya pengaturan bagi perlindungan benda-benda budaya yang kerap menjadi rawan saat terjadinya konflik bersenjata. Pengaturan itu terwujud melalui Konvensi Den Haag tahun 1907 yang kemudian disempurnakan dengan Konvensi Den Haag 1954 serta Protokol Tambahan Konvensi Jenewa I dan II
tahun 1977. Kemudian penegakan hukum terhadap kasus ini dapat dilakukan melalui peradilan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas rujukan dari Resolusi Dewan Keamanan PBB serta dapat melalui sebuah peradilan Ad Hoc.
Kata Kunci: Hukum Humaniter Internasional, Benda Budaya, Konflik
Bersenjata, Nimrud, ISIS

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Hukum Humaniter Internasional, Benda Budaya, Konflik Bersenjata, Nimrud, ISIS
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 17 Jun 2026 01:59
Last Modified: 17 Jun 2026 01:59
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52750

Actions (login required)

View Item View Item