PARAWANGSA, Nabila Indar (2026) ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN IMPOR BERAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI DI INDONESIA, 2015-2024. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Ekonomika & Bisnis.
|
Text (Cover)
1. S - Cover - 12020119140149.pdf - Published Version Download (100kB) |
|
|
Text (Abstrak (Inggris))
4. S - Abstrak (Inggris) - 12020119140149.pdf - Published Version Download (140kB) |
|
|
Text (Abstrak (Indonesia))
5. S - Abstrak (Indonesia) - 12020119140149.pdf - Published Version Download (142kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
6. S - Daftar Isi - 12020119140149.pdf - Published Version Download (217kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
12. S - Daftar Pustaka - 12020119140149.pdf - Published Version Download (220kB) |
|
|
Text (Fulltext PDF Bookmarks)
16. S - Fulltext PDF Bookmarks - 12020119140149.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada evaluasi dilema kebijakan impor beras di Indonesia, yang sering kali dikritik karena dinilai mendistorsi harga domestik dan mengorbankan produsen hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak nyata Kebijakan Impor Beras (KIB) terhadap Kesejahteraan Petani yang
diproksikan melalui Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2015–2024. Untuk mengisolasi dampak murni dari impor, penelitian ini mengontrol variabel pasar domestik yaitu Harga Gabah di Tingkat Petani (HGKP), Jumlah Produksi Beras (JPB), dan Inflasi (INF). Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda
Ordinary Least Square (OLS) berbasis data deret waktu bulanan (n = 120)
Hasil analisis menunjukkan bahwa Kebijakan Impor Beras (KIB) secara parsial memiliki koefisien negatif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap NTP (p = 0,7544). Temuan ini menegaskan bahwa masuknya beras impor tidak secara otomatis menghancurkan tingkat kesejahteraan petani, melainkan berfungsi sebagai instrumen stabilisasi stok makro ketika pasokan dalam negeri defisit. Pembahasan penelitian mengungkap bahwa ancaman nyata bagi petani sebenarnya
bukan terletak pada volume impor itu sendiri, melainkan pada kelemahan struktural pasar domestik. Hal ini dibuktikan oleh HGKP yang menjadi faktor penentu paling dominan dan berpengaruh positif-signifikan terhadap NTP (p = 0,0000), disusul
oleh JPB (p = 0,0007). Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan bahwa pemerintah tidak perlu menghindari impor secara mutlak jika diperlukan untuk ketahanan pangan, namun wajib menerapkan manajemen waktu (timing) impor yang ketat agar tidak masuk ke pasar saat panen raya demi mencegah jatuhnya harga gabah lokal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan Impor Beras, Nilai Tukar Petani (NTP), Stabilitas Pasokan, Harga Gabah Lokal, Ketahanan Pangan. |
| Subjects: | Economics and Business > Economic Sciences Economics and Business |
| Divisions: | Faculty of Economics and Business > Department of Economics and Development Studies |
| Depositing User: | IESP Lib |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 08:38 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 08:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52684 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
