Search for collections on Undip Repository

Relaksasi Otot Progresif Jacobson Mengatasi Keletihan Anak Acute Lymphoblastic Leukemia: Case Study

Indhani, Dinar Ayu and Naviati, Elsa and Mulyani, Sri (2026) Relaksasi Otot Progresif Jacobson Mengatasi Keletihan Anak Acute Lymphoblastic Leukemia: Case Study. [Experiment] (Unpublished)

[thumbnail of 22020125210119_Dinar Ayu Indhani_Halaman Depan.pdf] Text
22020125210119_Dinar Ayu Indhani_Halaman Depan.pdf

Download (928kB)
[thumbnail of 22020125210119_Dinar Ayu Indhani_Full Text.pdf] Text
22020125210119_Dinar Ayu Indhani_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (898kB)
[thumbnail of 22020125210119_Dinar Ayu Indhani_Daftar Pustaka.pdf] Text
22020125210119_Dinar Ayu Indhani_Daftar Pustaka.pdf

Download (304kB)

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut merupakan keganasan anak tersering di Indonesia. Kemoterapi sebagai terapi utama memicu chemotherapy-induced fatigue dengan prevalensi global mencapai 91% yang berdampak buruk pada kualitas hidup anak. Jacobson's Progressive Muscle Relaxation Technique (JPMRT) potensial mengatasi masalah ini, namun protokol terstruktur belum tersedia di RSUP Dr. Kariadi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan berbasis bukti dengan intervensi JPMRT terhadap keletihan akibat kemoterapi pada pasien anak dengan ALL. Peneltian ini merupakan Studi kasus deskriptif dengan pendekatan Evidence-Based Practice (EBP) ini dilaksanakan pada April–Mei 2026. Tingkat keletihan diukur menggunakan kuesioner Childhood Fatigue Scale (CFS) sebagai instrumen pre-test dan post-test. JPMRT diberikan 2 kali sehari selama 3 hari (15-20 menit/sesi) sesuai usia perkembangan melalui pendekatan family-centered care (FCC). Dokumentasi keperawatan mengacu pada SDKI, SIKI, dan SLKI. Sampel terdiri dari tiga anak (7–12 tahun): An. A (perempuan, 11 tahun, risiko standar, reinduksi 2B), An. F (laki-laki, 10 tahun, risiko tinggi, pemeliharaan relaps). Setelah intervensi, kedua pasien mengalami penurunan skor intensitas ke An. A (19 menjadi 11), An. F (23 menjadi 16). Secara subjektif, mereka melaporkan peningkatan energi, perbaikan kualitas tidur, dan berkurangnya lelah saat beraktivitas. JPMRT efektif menurunkan intensitas keletihan akibat kemoterapi pada anak dengan ALL tanpa dipengaruhi strata risiko atau agresivitas regimen obat. Keberhasilan intervensi bergantung pada adaptasi usia dan keterlibatan orang tua, sehingga JPMRT direkomendasikan sebagai protokol standar di unit onkologi pediatri.

Item Type: Experiment
Uncontrolled Keywords: Anak; Keletihan; Kemoterapi; Leukemia Limfoblastik Akut; Relaksasi Otot Progresif
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Nursing
Depositing User: Keperawatan Undip
Date Deposited: 15 Jun 2026 07:22
Last Modified: 15 Jun 2026 07:22
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52647

Actions (login required)

View Item View Item