Faridah, Siti and Mustikarani, Innez Karunia and Widiyanto, Elisabeth Nurbetty and Anggorowati, Anggorowati (2026) Konsumsi Yogurt Plain dan Perubahan Gejala Keputihan Patologis pada Perempuan Usia Reproduktif: Studi Kasus. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020125210131_Siti Faridah_Halaman Awal.pdf Download (866kB) |
|
|
Text
22020125210131_Siti Faridah_Pendahuluan-Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) |
|
|
Text
22020125210131_Siti Faridah_Daftar Pustaka.pdf Download (110kB) |
Abstract
ABSTRAK
Keputihan patologis merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami perempuan usia reproduktif dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi. Yogurt plain yang mengandung probiotik diketahui berpotensi membantu menjaga keseimbangan mikrobiota vagina. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan perubahan gejala keputihan patologis pada perempuan usia reproduktif selama konsumsi yogurt plain dan edukasi personal hygiene. Studi kasus dilakukan pada tiga perempuan usia reproduktif yang mengalami keputihan patologis. Intervensi berupa konsumsi yogurt plain selama tujuh hari disertai edukasi personal hygiene. Evaluasi dilakukan melalui observasi perubahan jumlah, warna, bau keputihan, rasa gatal, dan nyeri saat berkemih. Hasil observasi menunjukkan adanya perbaikan gejala pada seluruh klien selama periode observasi. Perubahan yang paling konsisten berupa penurunan jumlah keputihan dan berkurangnya rasa gatal. Pada sebagian klien juga ditemukan perbaikan nyeri saat berkemih, sedangkan perubahan warna keputihan berlangsung lebih lambat. Seluruh klien menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap anjuran personal hygiene. Selama intervensi ditemukan keluhan ringan berupa mual, muntah, dan diare, namun seluruh klien tetap mampu melanjutkan konsumsi yogurt hingga akhir observasi. Studi kasus ini menggambarkan adanya perbaikan gejala keputihan patologis selama tujuh hari observasi pada klien yang mengonsumsi yogurt plain dan memperoleh edukasi personal hygiene. Namun, adanya faktor perancu seperti penggunaan antibiotik sebelum dan/atau selama observasi, kondisi kehamilan, serta keterbatasan jumlah kasus dan tidak dilakukannya pemeriksaan laboratorium menyebabkan efektivitas konsumsi yogurt plain tidak dapat ditentukan secara pasti. Penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi secara komprehensif.
Kata kunci: keputihan patologis, yogurt plain, probiotik.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | keputihan patologis, yogurt plain, probiotik |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 05:00 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 05:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52609 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
