Nugrahani, Ratih and Sari, Sri Padma and Cahyaningrum, Dessy Dwi (2026) Dukungan Sosial Pada Pasien Dengan Perilaku Self-Harm: Studi Kualitatif. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020125210026_Ratih Nugrahani_Halaman Awal.pdf Download (384kB) |
|
|
Text
22020125210026_Ratih Nugrahani_Isi Artikel.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) |
|
|
Text
22020125210026_Ratih Nugrahani_Daftar Pustaka.pdf Download (170kB) |
|
|
Text
22020125210026_Ratih Nugrahani_Artikel KIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (487kB) |
Abstract
Latar Belakang: Self-harm merupakan perilaku melukai diri sendiri yang dilakukan sebagai bentuk pelampiasan tekanan emosional dan berkaitan dengan berbagai masalah psikologis. Dukungan sosial diketahui memiliki peran penting dalam membantu individu menghadapi tekanan emosional, namun pengalaman pasien self-harm dalam menerima dukungan sosial masih perlu dipahami lebih mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien dengan perilaku self-harm dalam menerima dukungan sosial selama menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan dalam penelitian berjumlah tiga orang pasien dengan riwayat perilaku self-harm yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil: Penelitian ini menghasilkan tiga tema utama yaitu kecenderungan memendam masalah, perasaan diterima dan tidak sendiri, serta dukungan emosional. Partisipan cenderung mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kondisi emosional yang dirasakan karena takut dihakimi maupun tidak dipahami oleh lingkungan sekitar. Dukungan sosial dari keluarga dan orang terdekat membuat partisipan merasa lebih diterima, diperhatikan, dan tidak menghadapi masalah seorang diri. Kehadiran keluarga melalui perhatian, pendampingan, dan komunikasi yang konsisten juga membantu partisipan merasa lebih tenang serta memiliki kekuatan dalam menghadapi tekanan psikologis yang dialami. Kesimpulan: Dukungan sosial memiliki peran penting dalam membantu pasien dengan perilaku self-harm menghadapi tekanan emosional secara lebih adaptif. Kehadiran keluarga dan lingkungan yang suportif dapat membantu mengurangi perasaan kesepian, meningkatkan rasa diterima, serta mendukung proses pemulihan pasien.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | self-harm; dukungan sosial; dukungan emosional; fenomenologi |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 04:16 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 04:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
