Tsuraya, Ghaida and Widyaningtyas, Ryka and Mustaqin, Mustaqin and Sari, Sri Padma (2026) Dukungan Keluarga dalam Merawat Pasien Self-Harm: Studi Kualitatif. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
Ghaida Tsuraya_22020125210109_Halaman Depan.pdf Download (709kB) |
|
|
Text
Ghaida Tsuraya_22020125210109_Artikel KIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (814kB) |
|
|
Text
Ghaida Tsuraya_22020125210109_Daftar Pustaka.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
Ghaida Tsuraya_22020125210109_Isi Artikel.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) |
Abstract
Latar Belakang: Perilaku self-harm merupakan tindakan melukai diri sendiri secara sengaja yang dapat memberikan dampak fisik maupun psikologis pada individu. Keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasien self-harm karena menjadi sistem pendukung terdekat bagi pasien. Namun, pengalaman keluarga dalam memberikan dukungan kepada pasien self-harm masih jarang diteliti, khususnya di Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dukungan keluarga dalam merawat pasien self-harm di RSJD dr. Amino Gondohutomo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Partisipan penelitian berjumlah 3 anggota keluarga pasien self-harm yang dipilih menggunakan kriteria inklusi tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat bentuk dukungan keluarga dalam merawat pasien self-harm, yaitu dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan. Dukungan emosional diberikan melalui perhatian, pendampingan, dan pemberian semangat kepada pasien. Dukungan informasional dilakukan dengan mencari informasi mengenai kesehatan mental serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dukungan instrumental diberikan dalam bentuk bantuan nyata seperti mendampingi kontrol, memastikan pasien minum obat, dan memenuhi kebutuhan dasar pasien. Dukungan penghargaan diberikan melalui pujian, motivasi, dan penguatan positif terhadap usaha pasien untuk pulih. Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasien self-harm. Keterlibatan keluarga secara emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan dapat membantu pasien merasa diterima, didukung, dan lebih termotivasi untuk menjalani proses pemulihan.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | dukungan keluarga; self-harm; kesehatan mental |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 04:10 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 04:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52562 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
