Ihsan, Humaidah and Sari, Sri Padma and Cahyaningrum, Dessy Dwi (2026) Dampak Self-harm pada Kehidupan Psikososial Pasien Dengan Risiko Bunuh Diri: Studi Kualitatif. [Experiment] (Unpublished)
|
Text
22020125210031_Humaidah Ihsan_Halaman Depan.pdf Download (605kB) |
|
|
Text
22020125210031_Humaidah Ihsan_Isi.pdf Restricted to Registered users only Download (302kB) |
|
|
Text
22020125210031_Humaidah Ihsan_Daftar Pustaka.pdf Download (181kB) |
|
|
Text
22020125210031_Humaidah Ihsan_Artikel Kian pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (953kB) |
Abstract
Latar Belakang: Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri yang dilakukan sebagai respons terhadap distress psikologis dan kesulitan dalam mengatur emosi. Di Indonesia, prevalensi Self-harm diperkirakan mencapai 3,9% dari total populasi dan ditemukan lebih tinggi pada kelompok remaja serta dewasa muda. Perilaku ini sering digunakan sebagai mekanisme koping maladaptif untuk meredakan tekanan emosional sementara, namun dapat menimbulkan berbagai dampak psikososial pada individu dengan risiko bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak Self-harm terhadap aspek psikososial pada pasien dengan risiko bunuh diri. Metode: Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan berjumlah tiga pasien rawat inap yang memiliki riwayat self-harm dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Tematik Braun dan Clarke. Hasil: Penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu dampak emosional, perubahan konsep diri, penarikan diri sosial, dan perubahan hubungan keluarga. Self-harm memengaruhi kondisi emosional partisipan, membentuk penilaian negatif terhadap diri sendiri, mendorong berkurangnya keterlibatan sosial, serta meningkatkan perhatian dan dukungan keluarga setelah perilaku tersebut diketahui. Kesimpulan: Self-harm memberikan dampak yang terhadap aspek psikososial individu, meliputi kondisi emosional, konsep diri, hubungan sosial, dan hubungan keluarga. Oleh karena itu, perawat jiwa perlu mengoptimalkan dukungan psikologis dan sosial dalam proses perawatan guna mendukung pemulihan pasien dengan perilaku Self-harm dan risiko bunuh diri.
| Item Type: | Experiment |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Self-harm; risiko bunuh diri; psikososial; kesehatan jiwa |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Nursing |
| Depositing User: | Keperawatan Undip |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 04:17 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 04:17 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/52542 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
